Langsung ke konten utama

Tantangan H5 : Pahlawanku Seutuhnya Part 2


Ibuku pahlawanku seutuhnya...
Kita lanjut ke part 2 ya...

Cerita lain tentang kepahlawanan Ibuku yang lain adalah beliau sosok seorang istri yang mau berjuang untuk keluarga. Salah satunya untuk membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, Ibuku rela berjualan jajanan anak-anak di rumah. Mulai dari meja kecil di teras rumah, dengan ketekunan beliau akhirnya berkembang menjadi warung kelontong yang menyediakan barang-barang kebutuhan rumah tangga.

Waktu pun berjalan, hingga akhirnya ketika aku mulai beranjak kanak-kanak, Bapak dan Ibuku menyadari bahwa situasi lingkungan tempat tinggal kami yang terletak di pinggir rel itu ternyata kurang kondusif untuk perkembangan anak. Akhirnya membawa mereka mengambil sebuah keputusan besar untuk pindah ke perumahan di pinggiran kota Bandung demi kebaikan perkembangan anak, saat itu Ibuku sedang dalam posisi mengandung anak ke-2 (adik saya).

Ditempat tinggal yang baru, seusai melahirkan adikku, ibuku tidak putus akal. Beliau tidak lagi  berjualan dirumah seperti saat tinggal di rumah sebelumnya, namun memberanikan diri untuk mulai berjualan di pasar kecil di pinggiran kota. Berbekal pengalaman mengolah telur asin saat masih di kampung halaman, ibuku merintis jualan telur asin di pasar itu.

Dengan ketekunan dan keuletan beliau dalam berjualan dari berjualan telur asin kaki lima beranjak ke dagangan lainnya hingga ibuku memiliki sebuah jongko kecil.

Ibuku pergi saat dini hari sekitar jam 2.30 dan pulang pukul 10.00 kerumah. Beliau lawan rasa lelah dan kantuknya demi membantu perekonomian keluarga. Ibuku hebat dan luar biasa walau beliau berjualan di pasar setiap hari, beliau tetap mengerjakan semua urusan rumah tangga dengan tangannya sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga.

Ibuku wanita hebat dan perkasa tak pernah ku dengar keluh kesah keluar dari bibirnya ketika menjalani kehidupan yang penuh dengan perjuangan. Perjuangan yang luar biasa untuk membesarkan anak-anaknya hingga mengantarkan kami kedua anaknya menjadi sarjana di bidang pendidikan.

Masih ada kelanjutannya ya kawan... 
Besok kita lanjut yaa...

Bandung, 14 Juni 2022
ti2s_mratri

Sumber gambar : google 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...