Langsung ke konten utama

Tantangan H4 : Pahlawanku Seutuhnya Part 1



Seorang ibu sudah pasti punya tempat tersendiri di hati anak-anaknya termasuk aku. Ibuku pahlawanku, seorang wanita yang luar biasa yang menaruhkan nyawanya untuk melahirkan aku.

Ibuku merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Karena terlahir sebagai anak bungsu, ibuku kecil mungkin termasuk anak yang manja, riwayat kanak-kanaknya yang sering sakit-sakitan membuatnya selalu dilindungi oleh orang tua dan kakak-kakaknya. Bahkan pernah kudengar cerita, nama ibuku sempat diganti karena mitos orang Jawa kalau anak sering sakit-sakitan, itu tanda keberatan nama dan harus diganti nama tersebut. Singkat cerita, setelah selamatan adat Jawa untuk perubahan nama, ibuku kecil tumbuh menjadi gadis desa yang sehat layaknya gadis lain seusianya.

Setelah lulus dari sekolah kejuruan jurusan ilmu dagang, ibuku muda membulat hati merantau ke kota Bandung, ikut salah satu famili kami dan bekerja di salah satu pabrik tekstil di kota Bandung.

Pengalaman ikut orang tentu tidak seenak ikut orang tua sendiri, beliau yang dirumahnya selalu di manja oleh orang-orang di keluarga nya kini sebelum bekerja beliau harus mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari keluarga yang ditumpanginya. Jalan yang licin dan mendaki tiap hari harus dilewati pagi dan sore. Tentu saja ini tidak mudah, tapi beliau ikhlas menjalaninya. 

Berbekal gaji pertama yang dimiliki, ibuku muda memutuskan untuk mengontrak sepetak kamar bersama teman kerjanya. Di tempat yang baru inilah cerita cinta dengan bapakku dimulai.

Ibuku muda mengenal bapakku muda lewat temannya, berdasar pada kesamaan kampung halaman membuat mereka berdua memiliki chemistry dan akhirnya memutuskan jalinan cinta mereka dibawa menuju jenjang pernikahan. Dan setelah resmi menikah, mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengontrak sepetak rumah di pinggiran rel kereta api.

Setelah 2 bulan pernikahan, akhirnya ibuku muda dinyatakan positif mengandung aku, saat itu beliau masih bekerja di pabrik tekstil. Perutnya yang makin lama makin besar tentu saja menghambat dalam pekerjaannya, apalagi saat beliau harus kerja shift malam ibuku muda harus menyusuri rel kereta api untuk berangkat kerja ditemani suami siaga yang setia menemani. Tak jarang kala Badan tidak bersahabat, ibuku muda setelah setengah jalan memutuskan untuk balik kanan dan membolos bekerja.

Hingga waktunya hari persalinan tiba, ibuku mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan aku ke dunia ini di salah satu rumah sakit swasta di kota Bandung. Dengan sisa cuti melahirkan yang dimiliki ibuku muda belajar menjadi seorang ibu baru didampingi oleh nenekku yang datang jauh-jauh dari Jawa Tengah. 

Waktunya tiba saat harus kembali bekerja, ternyata aku bayi tidak mau minum susu formula dari dpt bayi. Malam pertama ibuku bekerja shift malam, aku bayi menangis sepanjang malam, bapakku muda tertunya saja bingung dibuatnya dan memutuskan untuk menjemput ibuku muda untuk pulang dari pabrik. Mendengar hal itu, tanpa berpikir panjang ibuku meminta ijin pada atasannya untuk pulang karena bayinya tidak mau minum susu formula, dan hanya mau minum asi dari ibu kandungnya.

Kembali sebuah pengorbanan dilakukan oleh pahlawanku seutuhnya yakni rela resign dari pekerjaannya (menurunkan egonya) untuk menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya.

Part 2 lanjut besok yaa... 

Bandung, 13 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar

  1. Perjuangan seorang ibu tak akan pernah mampu dibayar anak. Sehat selalu untuk ibunya Bu Titus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.. terima kasih bunda.. Terima kasih juga sudah berkunjung

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...