Langsung ke konten utama

Tantangan H23 : You 're Special (Tunagrahita) Part 2


Kisah inspiratif Wiwi lainnya saat hari Kamis, 30 Juni 2022 keluarga Wiwi mengadakan kegiatan syukuran sederhana di rumahnya sebagai bentuk persiapan pernikahan kakak Wiwi yang ke-4. Aku dan beberapa tetangga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi kerumah Wiwi. 

Sebelum masuk ke dalam rumah Wiwi, kulihat Wiwi sudah ada diteras menyambut kami, seperti biasanya Wiwi yang kala itu tidak menggunakan kursi roda menyapa kami dengan satu kata "teteh", akupun menjawab "ya Wi..!" Mendengar balasan sapaannya Wiwi segera merangkak mendekati kami, diulurkannya tangan kanannya mengajak kami bersalaman, aku balas salaman Wiwi dan dia memegang erat tanganku lalu menarik tanganku ke keningnya sebagai tanda hormat Wiwi padaku yang secara usia jauh lebih tua darinya. 

Setelah menarik tanganku kearah keningnya kagetnya aku, Wiwi tak segera melepas tanganku, anak bungsuku (neng geulis sedikit ketakutan, dan memeluk pinggangku erat dari arah belakang), aku mencoba menarik tanganku sambil berkata "pinter, cantik, udah ya salamannya"  tapi Wiwi masih saja menggenggam erat tanganku bahkan lebih erat kurasakan, seperti sedang mencari sesuatu. Ternyata dia mencari salah satu kerabatnya yang duduk sekitar 1,5 meter dibelakangnya seraya menarik tanganku agar aku bersalaman dengan kerabatnya itu. 
(Luar biasa..!) aku pun tersenyum sambil berkata "Wiwi pinter sekali"  setelah bersalaman dengan kerabatnya, barulah Wiwi melepaskan tanganku yang sedari tadi di genggamnya.

Melihat Wiwi yang tak malu melepaskan tanganku, serentak orang tua Wiwi dari dalam rumahnya segera menghampiri dan menyambut kami, ayah Wiwi segera menarik lengan Wiwi agar ia berpindah tempat dan tidak menghalangi kami untuk masuk ke dalam rumah. Kami akhirnya memutuskan untuk duduk diatas tikar di teras rumah Wiwi saja, karena didalam rumah Wiwi masih ada kerabat Wiwi sedang menikmati hidangan yang disediakan.

Tak lupa keluarga Wiwi mempersilahkan kami juga menikmati hidangan yang ada di depan kami. Namun tiba-tiba Wiwi mendekat ke arahku,  serentak aku kaget, aku bertanya "ada apa Wi?". Neng geulis yang saat itu duduk di sebelah kiri ku langsung mendekat dan memelukku dengan erat. Ternyata sebagai tuan rumah Wiwi tahu apa yang harus dilakukannya yaitu mempersilahkan tamu untuk menikmati hidangan yang disediakan oleh keluarganya. Aku menjawab "iya, makasih". Wiwi pun tersenyum sambil mengacak-ngacak dus berisi air minum kemasan di hadapannya. 

Melihat Wiwi mengacak-acak dus berisi minuman kemasan, bu Wiwi segera memperingatkan Wiwi untuk menghentikan aksinya itu. Seraya mengangkat dus tersebut menjauh dari Wiwi, kemudian segera memberikan kami beberapa air minum kemasan. (Mungkin sebenarnya Wiwi ingin memberikan kami air minum tapi karena keterbatasan yang ia miliki, yang ada dia malah terlihat hanya mengacak-ngacak air minum tersebut).

10 menit berlalu, kami isi sebagai ajang silaturahmi antar tetangga. Kerabat Wiwi dari dalam rumah berpamitan pulang. Wiwi yang semula duduk disebelah kananku sentak langsung menuju arah pintu keluar, tanpa ada arahan dari ayah ibunya Wiwi mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Aku sungguh takjub dibuatnya, Wiwi memang seorang gadis tunagrahita yang sopan dan ramah. Dan aku sangat menikmati pemandangan indah didepan mataku, setelah beres bersalaman, Wiwi kembali duduk disebelah kananku. Aku belai rambutnya yang sebahu, sembari aku tersenyum padanya "Wiwi hebat, luar biasa, Wiwi keren" kataku. Wiwi hanya membalasnya dengan tersenyum malu.

Tanpa menunggu waktu lama, akhirnya aku dan tetangga juga memutuskan untuk menyusul kerabat Wiwi berpamitan. Tak lupa satu kresek kecil hidangan berisi mie instan, minuman teh kemasan, kecap dan biskuit sudah disiapkan keluarga Wiwi untuk kami bawa pulang sebagai tanda ucapan terima kasih, karena kami sudah berkunjung dan ikut merasakan kebahagiaan yang tengah keluarga Wiwi rasakan saat momen syukuran pernikahan kakak Wiwi.

Sesampainya dirumah, pemandangan indah di depan mata tadi, sulit rasanya aku lupakan. Keramahan Wiwi merupakan hasil didikan orang tua Wiwi selama ini, bukan hal yang mudah untuk mendidik seorang anak tunagrahita seperti Wiwi. Tapi dengan ketulusan dan keikhlasan hal yang sulit pun pasti bisa dilakukan.

Tetap semangat neng Wiwi, you're the best..

Salam sukses dan salam literasi

Gusti Mberkahi
Bandung, 2 Juli 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...