Langsung ke konten utama

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-27

Tema             : Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku
Narasumber : Bpk. Dail Ma'ruf, M.Pd
Moderator.    : Ibu Arofiah Afifi 

Puji nama Tuhan...
Luar biasa, kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI memasuki detik-detik terakhir perjalanannya. Dan malam ini memasuki pertemuan yang ke-27 dengan tema Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku, dengan narasumber sudah tak asing lagi tentunya bagi peserta pelatihan BPK. Dail Ma'ruf, M.Pd yang sudah banyak menghasilkan karya dibidang literasi. Sedangkan moderator malam ini adalah Ibu Arofiah Afifi yang sering disapa Bu Ovi setia menemani kami hingga kegiatan berakhir.

Berikut biodata narasumber malam ini :
Berikut intisari materi pertemuan ke-27 yang dapat saya simak.

Motivasi dapat diartikan sebagai suatu  proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.

Berikut ini tiga elemen utama dalam sebuah motivasi, yaitu :
1. Intensitas
Intensitas diterjemahkan dari bahasa Inggris, dalam fisika INTENSITAS adalah daya yang ditransfer per satuan luas, dimana luas diukur pada bidang yang tegak lurus dengan arah rambat energi. Jadi syarat pertama agar motivasi menulis terjaga adalah harus intens alias sering atau kontinue.
Seperti kata Om Jay, menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi. Syarat agar motivasi itu tetap ajeg maka harus tahu arah. 

2. Arah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)arti kata ARAH adalah jurusan. Jika ingin ke arah menjadi penulis maka lakukan saja aktifitas menulis.

3. Ketekunan 
Ketekunan menurut KBBI adalah perihal tekun, kekerasan dan kesungguhan bekerja, keasyikan. 
Siapa saja yang tekun, pasti berhasil dalam hal apapun termasuk menulis dan menerbitkan buku.

Tips menjaga motivasi menulis :
1. Bergabung dengan komunitas menulis
2. Menulislah di akun komunitas menulis, seperti kompasiana, blogspt, dll
3. Jadikan menulis sebagai passion
4. Jadikan menulis sebagai healing

Sedangkan semangat dan motivasi yang diberikan Pak Dail kepada kami para penulis pemula :
1. Sejatinya manusia yang terbaik adalah yang banyak manfaatnya untuk sesamanya
2. Khairunnaas 'anfauhum linnaas 
3. Cara terbaik untuk belajar adalah mengajar
4. Cara terbaik untuk banyak wawasan adalah membaca
5. Cara terbaik untuk menulis adalah menulis, menulis dan menulis

Adapun yang menjadi alasan Pak Dail menerbitkan buku :
1. Karena buku adalah mahkota bagi penulis
2. Karena saya bukan anak raja dan bukan anak orang kaya
3. Karena saya ingin punya pahala Jariyah
4. Karena saya ingin abadi meski jasad ku telah tiada
5. Karena saya yakin setiap tulisan akan menemkan takdirnya
6. Karena saya yakin setiap buku ada pembacanya
7.Karena saya bahagia dengan menulis
8. Karena saya naik kelas dengan menulis
9. karena saya dapat rejeki dari menulis

Kunci rahasia mengelola motivasi menulis adalah bergabung dengan komunitas penulis, baca chat walau sudah ratusan siapa tahu ada yang lucu, Blog walking terus. 

Cara untuk memotivasi diri agar tetap semangat untuk menulis adalah jadikan kegiatan menulis itu kebutuhan. Jadi tulislah apa yang kita rasakan, alami, lihat, dengar dan lain-lain. Disitu ada kemauan , disitu ada jalan. Karena sejatinya smua orang adalah guru. Menulis membutuhkan motivasi, sekenceng apapun motivasi dari orang lain tidak akan mempan apabila dirinya malas untuk menulis.

Clossing statement narasumber pertemuan ke-27 : 
Jangan menunggu waktu luang untuk menulis. Luangkan waktu untuk menulis
(Bpk. Dail Makruf, M.Pd)

Sebuah pengalaman indah kembali saya dapatkan di pertemuan ke-27 guna memotivasi saya untuk mau terus memotivasi diri saya sendiri untuk terus belajar menulis. Kiranya setiap ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin..

Salam sukses dan salam literasi
Gusti Mberkahi

Bandung, 20 Juli 2022
ti2s_mratri



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...