Langsung ke konten utama

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan ke-1


 

Hari ini merupakan hari yang istimewa, karena di hari rabu tanggal 18 Mei 2022 saya mengikuti Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan ke-1  yang saya ikuti melalui kelas daring via WA group Kelas belajar menulis.

Pertemuan ke-1 mengambil tema “Ide Menulis Bagi Guru” dengan moderator Bpk. Dail Ma’ruf dan narasumber Bpk. Wijaya Kusumah, M.Pd yang merupakan guru blogger Indonesia yang memiliki segudang prestasi dan pengalaman yang luar biasa dalam menulis yang tentunya sangat menginpirasi banyak orang untuk mengikuti jejak beliau.

Diawal kelas kegiatan dimulai dengan perkenalan Bpk. Wijaya Kusumah yang sering di sapa Om Jay menyampaikan biodata beliau melalui link blog pribadinya. Dihalaman awal blog saya membaca sebuah kutipan menarik yang beliau sampaikan, yaitu “Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi”.

Adapun resume kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 pertemuan ke-1, sebagai berikut.

*        Hal yang paling sulit dalam menulis adalah memulainya. Hal yang perlu dilakukan adalah menulislah dulu, maka ide akan datang seiring semakin seringnya menulis.

*        Kegiatan menulis ternyata dapat menghasilkan pundi-pundi uang, contohnya saldo gopay yang didapat dari Kompasiana.

*        Menulis bisa berdasarkan kisah nyata ataupun cerita fantasi yang dituangkan bisa dalam blog yang sifatnya gratisan maupun berbayar, atau bahkan dibayar.

*        Blog adalah alat rekam yang ajaib, keajaibannya dapat dirasakan kalau kita dapat mengelola blog dengan baik.

*        Dari dokumentasi foto atau video sederhana bisa dikembangkan menjadi sebuah ide dalam menulis, dan teruslah belajar menulis.

*        Menulis tidak hanya menggunakan media laptop, bisa juga menggunakan media sederhana seperti kertas, ponsel, dll yang terpenting kita dapat menuangkan setiap ide, perasaan, juga pengalaman kita dari mulai yang sederhana.

*        Didalam pelatihan ini peserta pelatihan diwajibkan untuk memiliki akun blog pribadi sebagai media kegiatan pelatihan.

*        Jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan seperti makan dan minum. Apabila kita tidak membaca maka kita akan lapar, dan apabila tidak menulis kita akan haus.

Demikian hasil resume saya di Pertemuan ke-1 dengan tema “Ide Menulis Bagi Guru”

Mari kita semangat untuk mulai menulis...! SEMANGAT..! Aku Pasti bisa...!

 

 


Komentar

  1. Good idea, semangat 👍👍👍👍

    BalasHapus
  2. Keren resumenya. Semangat terus untuk menulis dan berkarya. Salam literasi.

    BalasHapus
  3. luar biasa resume yang di buat. Selamat ya bagus. saya kagum. lanjutkan dan jaga semangat. Moga setelah buat 20 resume bisa jadi buku solo. saya siap bantu, Jika mau punya buku antologi kren, saya akan terbitkan Juni Guru hebat jilid 4. Jika minat japri saja, 087871926678. Mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih Bpk sudah mampir... baik Pak.. semoga tetap semangat.. belajar untuk menulis...

      Hapus
  4. Hal yang paling sulit dalam menulis adalah memulainya, sepakat dengan pendapat ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...