Langsung ke konten utama

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-26

Tema            : Membuat Cover Buku yang Menarik
Moderator    : Ibu Helwiyah
Narasumber : Bpk. Fajar Tri Laksono, M.Pd



Puji nama Tuhan...
Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI malam ini memasuki pertemuan ke-26 bersama dengan narasumber Bpk. Fajar dan moderator Ibu Helwiyah. Malam ini merupakan malam yang istimewa karena kegiatan amalan ini dilaksanakan berbeda dari malam-malam sebelumnya yang biasanya dilakukan melalui chat di grup WA, spesialnya malam ini langsung bertatap muka langsung melalui kegiatan zoom meeting.

Pak Fajar sebagai narasumber berasal dari Sidoarjo Jawa Timur, seorang guru SD peraih juara Inobel dengan hadiah jalan-jalan ke Belanda. Waahh... Senangnya.. malam ini saya berkesempatan untuk belajar lagi dengan orang-orang hebat di dunia pegiat literasi. Perlu diketahui juga ternyata Pak Fajar merupakan  satu-satunya guru swasta yang berhasil menjuarai lomba inobel yang berhasil membawa beliau ke Eropa.Banyak sekali prestasi-prestasi yang beliau torehkan yang mampu membangkitkan motivasiku dalam berkarya.

Dalam penyampaian materi malam ini beliau memberikan contoh desain cover buku hasil karya beliau yang luar biasa keren dan sangat menginspirasi.

Motivasi yang Pak Fajar berikan bagi kami para penulis pemula yaitu, "Guru yang hebat adalah guru yang bisa mampu memberjuarai guru-guru yang lain"

Berikut intisari kegiatan tanya jawab dalam kegiatan Zoom malam ini yang dapat saya simak.

P1

1. Bagaimana tips-tips untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengikuti lomba inobel ?

2. Bagaimana cara mendesain cover buku selain menggunakan canva ?

Jawab :

1. Tanamkan dan jaga rasa percaya diri dan harus berani mengikuti lomba dan menganggap karya kita yang terbaik.

2. Canva memiliki kelemahan karena desain yang kita gunakan bisa digunakan oleh orang lain.


P2

1. Apa yang melatar belakangi bapak sehingga bapak bisa terjun kepada pekerjaan ini ?

2. Mphon penjelasananya mengapa sebuah cover buku itu harus dibuat semenarik mungkin ?

3. Kapan sebuah cover buku itu dikatakan baik ?

4. Apa unsur yang diutamakan dalam cover ?

5. Apa langkah utama yang harus dilakukan dalam pembuatan cover ?

Jawab :

1. Latar belakangnya adalah saat itu ada yang memesan cover sama saya ternyata bukunya berhasil menjadi best seller dan sejak saat itu semakin banyak yang memesan cover sama beliau

2. Agar dapat menarik orang untuk membeli buku

3. Jika sesuai dengan segmen

4. Hal yang perlu diperhatikan adalah cover buku

5. Cover mampu menarik minat orang untuk membeli buku


P3

1. Apakah cover akan mempengaruhi selera pembaca pak? 

2. Cover yang bagaimana dikatakan menarik dan disukai pembaca pak. 

3. Hal apa yang harus di hindari saat mendesain cover buku? 

4. Bagaimana trik bapak agar desain cover bapak semanarik itu, kiat apa yang Pak Fajar lakukan?

Jawaban

1. Berpengaruh

2. Tergantung segmen, tergantung selera 

3. Hindari jika penerbit belum memberikan grade Desain

4. Penulis menggunakan lisensi premium freepik.com, gunakan pont standar atau sudah membelinya atau gunakan aplikasi-aplikasi yang mendukung 


P4

Apa boleh buku yang sudah terbit kita ganti covernya, misalnya buku antologi?

Jawaban

Boleh sangat dibolehkan tanpa harus mengurus ISBN lagi


Closing Statement dari narasumber malam ini.

"Jangan engan pernah berkecil hati dengan karya kita tampilkan saja"

(Fajar Tri Laksono, M.Pd)


Sungguh sebuah pengalaman yang sangat berharga, saya bisa kembali menimba ilmu dari orang-orang hebat di dunia pegiat literasi nusantara. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kita semua.


Salam sukses dan salam literasi

Gusti Mberkahi


Bandung, 15 Juli 2022

ti2s_mratri


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...