Langsung ke konten utama

Tantangan H9 : Pahlawanku Seutuhnya Part 5


Dokter berlalu setelah memeriksa kondisi Ibu dan beralih ke pasien lainya. Kini di punggung tangan kanan ibu sudah terpasang infus. Ibu nampak kebingungan dengan kondisi yang dialaminya sekarang. Tatapan nya kosong, sepertinya ingin sekali bicara denganku, tapi lidahnya kaku dan artikulasi pembicaraannya semakin tidak jelas. Beliau hanya bisa  menghela nafas panjang, "hehh..." Katanya saat beliau mulai emosi karena kesulitan untuk bicara.

Aku sengaja mengajak beliau terus mengobrol bahkan dibumbui dengan nada candaan untuk menghibur beliau (padahal di hati bertolak belakang). Tak lama berselang, perawat datang membawa obat untuk ibuku, ada obat yg disuntikkan melalui infus, dan ada obat oral yang langsung diminum, uniknya obat ini harus diletakkan di bawah lidah. (Jujur saat itu aku tidak tahu obat apakah itu?)

Selang 15 menit kemudian, pengeras suara di ruang IGD berbunyi memberi kabar bahwa salah satu keluarga pasien atas nama ibu harus segera menemui dokter jaga malam itu. Aku bergegas keluar dari ruangan IGD dan mendekat ke meja dokter jaga. Dokter jaga pun menerangkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mendiagnosis bahwa ibu telah mengalami serangan stroke. Ibu harus dirawat di rumah sakit untuk perawatan lebih intensif.
Tanpa pikir panjang aku segera menyetujui rekomendasi yang dokter berikan dengan membubuhkan tanda tangan pada selembar kertas perijinan keluarga pasien serta mengurus administrasi untuk pelayanan rawat inap rumah sakit.

Sambil menunggu masuk ruang inap rumah sakit, kami menunggu di ruang transit IGD malam itu kira-kira hampir 4 jam. Selama 4 jam menunggu ada serangkaian pemeriksaan yang harus dijalani ibu. Salah satunya pemeriksaan jantung dan paru-paru. 

Bed tempat ibu berbaring didorong petugas IGD ke ruang EKG. Masuk ruang EKG merupakan pengalaman pertama bagiku. (Jujur ini sangat menegangkan...)
Dokter jaga saat itu memintaku untuk melepaskan seluruh perhiasan yang menempel di badan ibu, serta melepas bagian atas pakaian Ibu sebelum memulai pemeriksaan EKG. Aku pun menyanggupinya, dan saat aku membuka pakaian bagian atas milik ibuku tak terasa air mata menetes. Rasanya campur aduk, tapi rasa sedih yang paling dominan yang kurasa. "Aku belum siap kehilangan mu ibu" ungkapku dalam hati....
Hiks.... Hiks....

Bersambung ke part 6 yaa....

Bandung, 18 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan H7 : Pahlawanku Seutuhnya Part 3

Dering ponselku berbunyi... Kulirik layar ponselku tertera nama orang yang aku sangat kenal. Kuangkat telepon itu, diseberang telepon ada suara lirih ibuku, namun tak jelas pembicaraannya, namun sempat aku tangkap intinya "mamah sakit". Seketika itu aku bangun dari tempat semula aku berbaring, dan mengajak suami serta kedua anakku untuk segera menyiapkan diri bergegas kerumah orang tuaku. Kebetulan saat itu hari Sabtu sore, cuaca mendung, dan kami semua ada di rumah. Suamiku tipe menantu yang sangat sayang pada mertuanya. Mendengar mertuanya sakit beliau segera mencari kunci dan memanaskan mobil. Seraya mengingatkanku membawa bawa baju ganti anak-anak. Akupun segera menarik tas jinjing, dan memasukkan baju ganti anak-anak kedalam tas yang aku bawa. Setelah mengunci pintu dan pagar rumah dan menyalakan lampu teras, kulihat anak-anak juga sudah ada di dalam sana, tak berapa lama mobil mulai melaju, membawa kami ke rumah orang tuaku. Untungnya jarak rumah kami dengan...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...

Tantangan H20 : Apa itu Kurikulum Operasional Sekolah?

Puji nama Tuhan...  Selama dua hari ini kami tim pengembang kurikulum SDN 029  Cilengkrang telah selesai menyusun Kurikulum Operasional Sekolah untuk tahun pelajaran 2022/2023.  Sebenarnya kegiatan sudah diawali minggu lalu pasca kegiatan pentas seni dan pembagian rapor kenaikan kelas. Sengaja saya sebagai koordinator bagian kurikulum membagi tugas anggota tim pengembang kurikulum untuk penyusunan bab per bab pada kurikulum operasional sekolah. Tujuannya agar saat kami bertemu pada hari Selasa, 28 Juni 2022 kami hanya tinggal menyamakan persepsi (tidak dari nol, namun sudah ada modal dasar penyusunan kurikulum operasional sekolah). Diawal kegiatan awal penyusunan kurikulum perasional sekolah dibuka dengan pengarahan dari pimpinan SDN 029 Cilengkrang sebagai bentuk dukungan dan suntikan motivasi bagi kami tim pengembang kurikulum untuk mulai bekerja. Tak lupa pimpinan memberikan bahan evaluasi dari penyusunan kurikulum operasional sekolah tahun pelajaran sebelu...