Langsung ke konten utama

Tantangan H8 : Pahlawanku Seutuhnya Part 4


Pak suami menghentikan mobil tepat didepan IGD salah satu rumah sakit dikota kami. Aku bergegas membuka pintu mobil, kemudian masuk ke IGD, ku temui salah satu petugas jaga IGD malam itu, seraya memberitahu kalau ada ibuku didalam mobil sudah dalam keadaan lemas. Bergegas petugas IGD mengambil kursi roda untuk menjemput ibuku dalam mobil. Kulihat pak suami sudah membukakan pintu mobil dan memberi jalan keluar untuk ibuku. Ibuku turun dari mobil perlahan dibantu Bapak dan Pak suami, perlahan duduk diatas kursi roda yang sudah disediakan oleh petugas IGD.

Petugas IGD mendorong kursi roda yang membawa ibuku masuk ke ruangan IGD disusul aku dan bapakku dari belakang. Sementara pak suami masuk kedalam mobil dan memarkirkan mobil ke tempat yang seharusnya. Sedangkan anak-anak memilih untuk tetap di dalam mobil ditemani Pak Suami.

Malam itu ternyata ruang IGD rumah sakit ternyata penuh, aku bergegas melakukan pendaftaran pasien atas nama ibuku. Bapakku sebagai suami siaga tetap disamping ibuku yang tampak duduk lemasdi atas kursi roda dan menahan rasa sakit di kepalanya. Karena bed di IGD penuh terisi pasien dengan segala keluhan masing-masing, sementara Ibu duduk kursi roda sambil menunggu antrian. Aku bersyukur ibuku kuat, masih dalam keadaan sadar hanya saja beliau menutup matanya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya.

Setelah aku selesaikan semua administrasi pendaftaran pasien, aku dekati ibuku dan menanyakan keadaan serta apa yang beliau rasakan saat ini. Beliau hanya berkata pusing dan lemas itu saja. Aku usap lengan kanan ibuku untuk menguatkan beliau sebagai tanda kami ada bersama beliau, dan akan selalu ada buat beliau.

30 menit berlalu, puji nama Tuhan akhirnya ada bed, ibuku dipapah pertugas IGD dan bapak berbaring di bed pasien. Tak lama dokter jaga malam itu menghampiri dan mengecek tekanan darah ibuku, hasilnya 180/110, dokter berkata "wah, tinggi sekali ya Bu", disambung dengan pertanyaan lain tentang apa yang dirasakan ibuku saat ini. Suara yang dikeluarkan ibuku makin tidak jelas artikulasinya, bahkan kini ibu mulai kebingungan menjawab identitas dirinya sendiri, beliau hanya menatapku tanda beliau sangat kebingungan dengan pertanyaan dokter.

Dokter menyuruh ibu untuk mengangkat tangan kanan, tapi ibu malah mengangkat kedua tangannya, tampak beliau kebingungan sambil menatapku, dokter melanjutkan coba angkat kaki kanan Bu, ibuku juga bingung kanan dan kiri, beliau angkat kedua kakinya. Aku melihat dokter hanya mengangguk sambil memandang ke arah suster yang mendampingi beliau memeriksa ibuku. Dokter kemudian memeriksa lidah ibuku, dan beliau kembali mengangguk. (Jujur saat itu aku tak tau apa arti anggukannya)
Dokter berlalu, dan beralih ke pasien lain... 

Ibuku semakin tidak jelas artikulasinya, lidah nya mulai menggulung, seperti tertarik kedalam. Beliau seperti ingin bicara sesuatu tapi lagi-lagi beliau kesulitan dan hanya menghela nafas panjang "hehh..."

Apa yang terjadi dengan ibu???

Tunggu kelanjutannya di tantangan hari ke-8 yaa....

Bandung, 17 Mei 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan H7 : Pahlawanku Seutuhnya Part 3

Dering ponselku berbunyi... Kulirik layar ponselku tertera nama orang yang aku sangat kenal. Kuangkat telepon itu, diseberang telepon ada suara lirih ibuku, namun tak jelas pembicaraannya, namun sempat aku tangkap intinya "mamah sakit". Seketika itu aku bangun dari tempat semula aku berbaring, dan mengajak suami serta kedua anakku untuk segera menyiapkan diri bergegas kerumah orang tuaku. Kebetulan saat itu hari Sabtu sore, cuaca mendung, dan kami semua ada di rumah. Suamiku tipe menantu yang sangat sayang pada mertuanya. Mendengar mertuanya sakit beliau segera mencari kunci dan memanaskan mobil. Seraya mengingatkanku membawa bawa baju ganti anak-anak. Akupun segera menarik tas jinjing, dan memasukkan baju ganti anak-anak kedalam tas yang aku bawa. Setelah mengunci pintu dan pagar rumah dan menyalakan lampu teras, kulihat anak-anak juga sudah ada di dalam sana, tak berapa lama mobil mulai melaju, membawa kami ke rumah orang tuaku. Untungnya jarak rumah kami dengan...

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-25

Tema             : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi  Narasumber : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd Moderator    : Ibu Mutmainah Semangat pagi... Pagi.. Pagi dan pagi... Walau hari sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, tapi semangat pagi tetap membara dalam hati untuk mengikuti pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 pertemuan ke-25. Puji nama Tuhan.. Oya.. malam ini kita belajar dengan narasumber muda yang luar biasa dengan tema Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi, sebuah tema yang memang real dengan perjalanan prestasinya yang super duper luar biasa, yang telah menelurkan 53 buku. Wow.. luar biasa...  Yukk kita intip CV beliau : Berikut karya beliau : Narasumber aktif di beberapa komunitas menulis antara lain: 1.Pengurus Kelas Belajar Menulis Gratis Omjay dan PGRI (admin, moderator, dan narasumber) 2.Cakrawala Blogger Guru Nasional(Lagerunal) sebagai admin, moderator, d...

Awalnya biasa saja, tapi akhirnya aku terpikat...

Istilah blog, web blog, atau blogger sebuah istilah yang sering saya dengar, tapi jujur awalnya saya tidak tertarik untuk menggalinya lebih dalam. Tapi setelah saya mengikuti kelas belajar menulis PGRI saya tertantang untuk mengenalnya, salah satunya dengan mulai membuka channel YouTube tentang pembuatan blogspot. Saya mencoba melihat lebih dalam lagi untuk mengenal apa itu blog, web blog maupun blogger.  Setelah saya melihat beberapa Cuplikan blog pribadi beberapa teman-teman hebat yang saya temukan di kelas belajar menulis PGRI ternyata dunia blog itu seru juga yaa.. dimana melalui blog pribadi bisa menjadi alat perekam ajaib tentang kegiatan yang pernah kita lakukan atau kita alami melalui kegiatan menulis. Dan ini saya jadikan alasan bagi saya untuk harus belajar ilmu baru yang belum saya pahami dan belum saya kuasai. Puji Tuhan... Saya dipertemukan dengan kelas online pembuatan Blogspot dari dasar bersama Pak Brian seorang guru SD dari Jakarta yang sangat menginspi...