Langsung ke konten utama

Tantangan H6 : Bukan Akhir dari Sebuah Perjuangan


Hari ini merupakan hari yang dinanti-nanti oleh seluruh siswa kelas 6 Sekolah Dasar. Mengapa demikian? Ya.. tentu saja karena ini merupakan hari dimana pengumuman kelulusan siswa kelas 6 Tahun Pelajaran 2021/2022. Perjuangan selama 6 tahun di jenjang sekolah dasar mencapai puncaknya hari ini.

Suka dan duka telah dilewati bersama. Ada banyak kisah dan drama yang menjadi bumbu penyedap menjalani sebuah proses pembelajaran selama 6 tahun. Mungkin saja diperlukan pecutan semangat agar tetap berdiri tegak, agar tidak loyo dimakan oleh virus kemalasan. Tapi dengan vaksin semangat yang membara untuk mau terus belajar, yakin dan pasti virus kemalasan dapat dilumpuhkan.

Sejatinya kelulusan ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, tapi justru merupakan awal dari sebuah perjuangan menempuh pendidikan ke jenjang selanjutnya. Ada hadiah kesuksesan menanti di masa depan, jika kalian terus berjuang menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. 

Maafkan ibu, jika selama menjadi wali kelas kalian ibu belum bisa maksimal membimbing kalian.
Maafkan ibu, untuk setiap tutur kata, perbuatan, dan tingkah laku ibu yang kurang berkenan di hati. Ibu mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Doa ibu sebagai wali kelas kalian : Semoga kalian diberikan kelancaran dalam menuntut ilmu di jenjang selanjutnya, menjadi anak shaleh dan shalehah yang cerdas dan membanggakan kami sebagai guru dan orang tua kalian.

Selamat berjuang anak-anak hebat, tetaplah jadi anak kebanggaan kami.

Salam sehat dan sukses selalu
Gusti Mberkahi

Bandung, 15 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...