Langsung ke konten utama

Tantangan H15 : Sakitmu sakitku juga Part 2


Malam kian menjelang, setelah neng geulis muntah-muntah hebat, neng geulis kini terlihat sangat melemah. Perawat IGD segera memberikan infus pada lengan kecil neng geulis. Tak lupa ada bantalan kesil untuk menyangga infus yang dipasang dilengan kiri neng geulis. Saat jarum suntik untuk infus neng geulis menangis lirih, aku tak kuasa melihatnya. Tapi harus aku tahan, aku harus kuat, aku hanya sendiri bersama neng geulis, aku ingat kakak menunggu di luar bersama pak security. Aku harus kuat...! aku pasti bisa...!

Tak lama berselang dokter IGD datang, beliau memeriksa kondisi neng geulis saat ini. Setelah mengecek semuanya, akhirnya dokter memutuskan bahwa neng geulis harus di opname di rumah sakit untuk observasi lebih lanjut. Tanpa berpikir panjang, aku menjawabnya baik dokter, saya sebagai ibunya ingin yang terbaik untuk anak saya. Dokter pun  menjawab "bagus Bu, tolong salah satu keluarga untuk mengurus rawat inap putri ibu ya" tegasnya. Aku pun menjawab "saya hanya sendiri dok, biar saya yang urus sendiri, gpp neng geulis saya gendong, saya ijin utk mendorong tiang infus ke ruangan administrasi rawat inap". Dokter pun mengangguk tanda setuju.

Sebelum menuju ruangan administrasi rawat inap aku ingat kakak sendiri diluar sana menunggu kami, aku cari ponsel didalam tas. Aku tekan nomer telepon orang tuaku dan mengabarkan kalau kami sedang di rumah sakit, Kakak sendiri di luar ruangan IGD dan mohon agar Bapak (kakeknya anak-anak) menjemput kakak di rumah sakit. Mendengar penjelasanku, Bapak dan Ibu tentu saja kaget luar biasa, mereka pun segera bergegas menyusul ke rumah sakit dengan menaiki sepeda motor. Sambil menunggu kakeknya datang aku telepon kakak menguatkannya agar bersabar di luar sana, akan ada kakeknya yang menjemput untuk pulang. Kakak memang kakak siaga, ia berkata "ga apa-apa koq Ma, kakak ga takut. Kakak nunggu mama dan adek disini".

Setelah memastikan kakak baik-baik saja, aku kuatkan langkah menggendong neng geulis sambil mendorong tiang infus yang terhubung pad lengan kiri neng geulis. Puji nama Tuhan semua administrasi rawat inap neng geulis aku selesaikan dengan baik. Hingga orang tuaku sampai rumah sakit untuk memastikan kondisi kami bertiga baik-baik saja. Bapak masuk ke ruang IGD mencari keberadaan neng geulis dan aku. Sedangkan Ibu menemani kakak di ruang tunggu IGD. 

Melihat kakek kesayangannya datang, neng geulis mengulurkan kedua tangannya tanda ia ingin digendong. Bapak segera menghampiri dan memeluknya erat, sembari duduk diatas bed rumah sakit. Selang 5 menit kemudian, ku ijin pada neng geulis untuk melihat kakaknya diluar sana. Neng geulis pun mengangguk dan mengijinkan aku untuk keluar sebentar melihat keadaan kakaknya diluar sana, karena saat ini sudah ada kakek kesayangan menemaninya. 

Aku segera buka pintu IGD, ku layangkan pandangan ku ke sekitar, aku cari keberadaan kakak dan Ibuku. Ternyata mereka ada di sudut sana, aku bergegas menghampiri mereka. Ku peluk kakak dan tak lupa aku ucapkan terima kasih pada Ibuku di tengah kondisi kesehatannya yang kurang stabil beliau menyempatkan diri ke rumah sakit. Aku meminta kakak dan Ibu untuk pulang, kondisi mereka berdua lama-lama di rumah sakit dicampur dengan dinginnya suasana malam sangat tidak baik untuk kesehatan mereka berdua. Mereka pun menyetujuinya namun Ibu memintaku agar bapak tetap disini menemaniku sampai suamiku datang dari luar kota. Aku pun menyetujuinya.

Ibu dan kakak pulang dengan menggunakan taksi online. Aku segera balik kanan, dan segera kembali ke ruang IGD untuk mengecek keadaan neng geulis saat ini. Puji nama Tuhan neng geulis sekarang sudah tertidur di pangkuan kakeknya, aku dan kakeknya dengan hati-hati membaringkannya di bed rumah sakit agar tidak membangunkannya.

Sementara itu hujan besar melanda ibu kota Jakarta dan banjir dimana-mana, pak suami mendengar neng geulis harus di opname di rumah sakit, pak suami memutuskan untuk pulang ke kota Bandung malam itu juga. Namun perjalanan pak suami pulang tak semudah yang dibayangkan.

Lanjut ke Part 3 yaa...

Bandung, 24 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...