Langsung ke konten utama

Tantangan H11 : Pahlawanku Seutuhnya Part 7


Aku benar-benar takut...
Dan ternyata suara ketukan kaca mobil itu membangunkan aku dari tidur lelapku di jok bagian depan. Tak lama berselang Pak suami sudah ada di sebrang pintu mobil kemudian masuk dan menarik gas mobil untuk meninggalkan rumah sakit. 

Setelah membayar parkir mobil, aku sempatkan menanyakan kondisi terakhir ibu, suamiku hanya menjawab Ibu masih tidur, bapak sudah makan juga. Malam ini Bapak tidur di kursi, besok pagi kita kesini lagi bawa perlengkapan ibu dan bapak, jangan lupa bawa jaket, bantal, dan karpet sautnya singkat. Aku hanya diam dan mengangguk tanda setuju.

Kubuka ponselku, ternyata sudah ada lebih dari 10 panggilan tak terjawab. Adik semata wayangku yang tinggal di luar kota menelepon, pastinya ingin tahu tentang kondisi terakhir Ibu saat ini. Aku pun segera menekan nomer adikku. Diseberang telepon ku dengar adikku setengah menangis seraya menanyakan kabar Ibuku. Aku berusaha menenangkannya bahwa saat ini Ibu sudah jauh lebih baik, Ibu sudah masuk kamar rawat inap, dan besok aku kembali ke rumah sakit untuk mengecek kondisi ibu kembali sembari membawa perlengkapan yang dibutuhkan Ibu dan Bapak selama di rumah sakit. Adikku pun akhirnya bisa lebih tenang dan kami pun mengakhiri percakapan via telepon, dan tak lama kami sampai di depan rumah. Aku bergegas turun dari mobil, membukakan pagar dan pintu untuk pak suami dan anak-anak. Karena tenaga yang sudah mulai melemah setelah bersih-bersih badan kami langsung terlelap tidur hingga pagi menjelang.

Bangun dari tidur, aku seperti biasanya menjalankan ibadah di pagi hari, bergegas ke dapur mengolah makanan untuk kami sarapan. Setelah sarapan siap, aku bangunkan pak suami dan anak-anak untuk segera bersiap dan sarapan karena kami harus segera kembali ke rumah sakit. Aku sangat bersyukur kedua buah hatiku tergolong anak-anak yang tidak manja. Mereka patuh dan taat, tahu kondisi neneknya sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Setelah semuanya beres barulah kami mengunci pintu dan pagar, tak lupa membawa kunci cadangan rumah orang tuaku, dan mampir sebentar kesana mengambil segala keperluan ibu dan bapak selama di rumah sakit.

Singkat cerita, Ibu dirawat di rumah sakit tersebut sekitar 7 hari dengan diagnosis dokter stroke ringan pada memory Ibu. Tapi Puji Tuhan seiring berjalannya waktu, dengan pengobatan rawat jalan selama 1 dan terapi yang dilakukan, Ibu bisa kembali pulih seperti sediakala. Kami pun akhirnya memutuskan untuk tidak lagi mengijinkan Ibu berjualan di pasar tetapi belajar untuk mensyukuri apapun dari hasil pensiunan yayasan Bapak. Yakin semua akan Tuhan sediakan, selama kita bersandar sepenuhnya pada Tuhan. Dan puji Tuhan kami bisa menyakinkan Ibu untuk berhenti berjualan di pasar mengingat kondisi Ibu yang sudah tidak se fit dulu.
Kembali Ibuku memang pahlawanku seutuhnya, beliau mampu menurunkan ego nya kembali dan bersedia melepaskan jongko di pasar yang telah beliau rintis belasan tahun agar lebih bisa menikmati hari tua bersama orang yang paling dicintainya (Bapak). Sungguh.. lagi... sebuah pengorbanan yang luar biasa yang ibu berikan buat keluarganya tercinta.

Bandung, 20 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan H7 : Pahlawanku Seutuhnya Part 3

Dering ponselku berbunyi... Kulirik layar ponselku tertera nama orang yang aku sangat kenal. Kuangkat telepon itu, diseberang telepon ada suara lirih ibuku, namun tak jelas pembicaraannya, namun sempat aku tangkap intinya "mamah sakit". Seketika itu aku bangun dari tempat semula aku berbaring, dan mengajak suami serta kedua anakku untuk segera menyiapkan diri bergegas kerumah orang tuaku. Kebetulan saat itu hari Sabtu sore, cuaca mendung, dan kami semua ada di rumah. Suamiku tipe menantu yang sangat sayang pada mertuanya. Mendengar mertuanya sakit beliau segera mencari kunci dan memanaskan mobil. Seraya mengingatkanku membawa bawa baju ganti anak-anak. Akupun segera menarik tas jinjing, dan memasukkan baju ganti anak-anak kedalam tas yang aku bawa. Setelah mengunci pintu dan pagar rumah dan menyalakan lampu teras, kulihat anak-anak juga sudah ada di dalam sana, tak berapa lama mobil mulai melaju, membawa kami ke rumah orang tuaku. Untungnya jarak rumah kami dengan...

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-25

Tema             : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi  Narasumber : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd Moderator    : Ibu Mutmainah Semangat pagi... Pagi.. Pagi dan pagi... Walau hari sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, tapi semangat pagi tetap membara dalam hati untuk mengikuti pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 pertemuan ke-25. Puji nama Tuhan.. Oya.. malam ini kita belajar dengan narasumber muda yang luar biasa dengan tema Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi, sebuah tema yang memang real dengan perjalanan prestasinya yang super duper luar biasa, yang telah menelurkan 53 buku. Wow.. luar biasa...  Yukk kita intip CV beliau : Berikut karya beliau : Narasumber aktif di beberapa komunitas menulis antara lain: 1.Pengurus Kelas Belajar Menulis Gratis Omjay dan PGRI (admin, moderator, dan narasumber) 2.Cakrawala Blogger Guru Nasional(Lagerunal) sebagai admin, moderator, d...

Awalnya biasa saja, tapi akhirnya aku terpikat...

Istilah blog, web blog, atau blogger sebuah istilah yang sering saya dengar, tapi jujur awalnya saya tidak tertarik untuk menggalinya lebih dalam. Tapi setelah saya mengikuti kelas belajar menulis PGRI saya tertantang untuk mengenalnya, salah satunya dengan mulai membuka channel YouTube tentang pembuatan blogspot. Saya mencoba melihat lebih dalam lagi untuk mengenal apa itu blog, web blog maupun blogger.  Setelah saya melihat beberapa Cuplikan blog pribadi beberapa teman-teman hebat yang saya temukan di kelas belajar menulis PGRI ternyata dunia blog itu seru juga yaa.. dimana melalui blog pribadi bisa menjadi alat perekam ajaib tentang kegiatan yang pernah kita lakukan atau kita alami melalui kegiatan menulis. Dan ini saya jadikan alasan bagi saya untuk harus belajar ilmu baru yang belum saya pahami dan belum saya kuasai. Puji Tuhan... Saya dipertemukan dengan kelas online pembuatan Blogspot dari dasar bersama Pak Brian seorang guru SD dari Jakarta yang sangat menginspi...