Langsung ke konten utama

Tantangan H10 : Pahlawanku Seutuhnya Part 6


Air mataku yang sempat menetes segera ku usap agar tak terlihat oleh Ibu. Aku berusaha menguatkan hati untuk tidak bersedih hati di depannya. Aku harus kuat, saat ini Ibu butuh aliran energi positif agar ibu dapat melewati semuanya.

Sementara petugas diruang EKG memeriksa ibu, aku hanya bisa berdoa, Tuhan kuatkan Ibuku, aku ingin ibu sehat kembali, sebenarnya badanku juga serasa ikut sakit melihat ibu seperti ini. Ingin rasanya menangis sekencang-kencangnya, tapi aku harus kuat. Ibu pasti sehat kembali itu yang aku tanamkan dalam hati dan pikiranku. 

Waktu berlalu terasa sangat lamban, akhirnya semua pemeriksaan beres dilakukan, akhirnya Ibu kembali ke ruangan transit IGD untuk beristirahat sebelum masuk ke ruang rawat inap. Seorang perawat IGD kembali memeriksa tekanan darah ibuku, beliau hanya menyampaikan beberapa patah kata, salah satunya "masih tinggi ya Bu..! Ibu istirahat dulu disini ya sambil menunggu kamar inap disiapkan". Ibu hanya mengangguk tanda beliau mengerti apa yang dibicarakan perawat tersebut.

Malam kian menjelang, diluar hujan sangat besar. Pak suami, anak- anak, dan bapak terperangkap di dalam mobil. Tinggallah aku dan ibu berdua. Aku mencoba menghibur Ibu dengan obrolan santai seraya menguatkan beliau kalau beliau pasti bisa sembuh dan pulih seperti sediakala. Untaian doa terus aku panjatkan agar Ibu kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti biasanya.

Sekitar pukul 23.00 seorang perawat memberitahukan bahwa kamar rawat inap untuk Ibu sudah siap, dan Ibu akan beristirahat disana malam ini. Aku segera mempersiapkan segala sesuatunya, aku tenteng tas ibuku, dan mengawal bed Ibu dari belakang. Barulah setelah sampai kamar rawat inap yang dituju aku telepon bapak untuk segera menemui kami di ruang kamar inap. Puji Tuhan saat itu hujan sudah mulai reda.

Bapak tiba dikamar rawat inap, setelah memastikan semuanya dalam keadaan baik, Bapak menyuruhku untuk pulang ke rumah, biarlah Bapak yang menemani Ibu malam ini di rumah sakit. "Ibu sudah mendapatkan perawatan terbaik, mending kamu pulang sekarang, istirahat, kasihan anak-anak dari tadi di dalam mobil. Besok kamu kesini lagi" saut Bapak. Pikiranku melayang, akhirnya aku teringat 2 buah hatiku bersama Pak suami menunggu diparkiran sedarti tadi magrib, dan ini sudah tengah malam, mereka pun belum makan malam.

Akhirnya aku segera berpamitan pada Bapak, untuk pulang dulu kerumah, dan berjanji esok pagi akan kembali dengan membawa perlengkapan lain yang dibutuhkan oleh Ibu dan Bapak yang menunggu di rumah sakit.
Kulihat Ibu sudah tertidur, aku tak kuasa membangunkannya, mungkin juga karena efek obat yang dimasukkan dalam infus di tangan ibu.

Langkah kaki aku percepat, karena sudah hampir pukul 24.00 masuk lift rumah sakit sendiri itu sesuatu banget rasanya, apalagi dingin dan sepinya malam itu semakin membuat bulu kudukku berdiri. Keluar dari lift, aku segera menuju pintu keluar rah sakit dan segera berlari kecil menghampiri mobil kami. Pak suami membukakan pintu mobil dan menanyakan bagaimana keadaan Ibu. Aku menjawabnya singkat, Ibu dirawat malam ini, Bapak yang tunggu di rumah sakit malam ini. Kita disuruh pulang, kasihan anak-anak. Aku segera mencari keberadaan dua buah hatiku di dalam mobil, ternyata kedua buah hatiku sudah tertidur pulas di jok mobil bagian belakang.

Dipinggir rumah sakit, sempat kulirik pedagang nasi goreng, aku bergegas membelinya untuk Bapak, karena aku tahu Bapak belum makan malam. Setelah nasi goreng siap, pak suami yang mengantarkan nasi goreng dan jaket untuk Bapakku ke ruang rawat inap Ibu sekalian berpamitan dan memastikan Ibu dan Bapakku dalam keadaan baik juga. Sedangkan aku tetap di dalam mobil untuk meluruskan pinggang sesaat sambil menjaga kedua buah hatiku yang masih terlelap tertidur.

20 menit berselang... kudengar 3 kali ketukan kaca mobil bagian belakang. Saat itu waktu menunjukkan pukul 00.25 WIB, entah mengapa tiba-tiba bulu kudukku berdiri. Aku ingat bahwa jalanan dibelakang tempat mobil kami parkir itu jalan menuju kamar jenazah rumah sakit.
Oh, My God...!

Bersambung ke Part 7 yaa...

Bandung, 19 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan H7 : Pahlawanku Seutuhnya Part 3

Dering ponselku berbunyi... Kulirik layar ponselku tertera nama orang yang aku sangat kenal. Kuangkat telepon itu, diseberang telepon ada suara lirih ibuku, namun tak jelas pembicaraannya, namun sempat aku tangkap intinya "mamah sakit". Seketika itu aku bangun dari tempat semula aku berbaring, dan mengajak suami serta kedua anakku untuk segera menyiapkan diri bergegas kerumah orang tuaku. Kebetulan saat itu hari Sabtu sore, cuaca mendung, dan kami semua ada di rumah. Suamiku tipe menantu yang sangat sayang pada mertuanya. Mendengar mertuanya sakit beliau segera mencari kunci dan memanaskan mobil. Seraya mengingatkanku membawa bawa baju ganti anak-anak. Akupun segera menarik tas jinjing, dan memasukkan baju ganti anak-anak kedalam tas yang aku bawa. Setelah mengunci pintu dan pagar rumah dan menyalakan lampu teras, kulihat anak-anak juga sudah ada di dalam sana, tak berapa lama mobil mulai melaju, membawa kami ke rumah orang tuaku. Untungnya jarak rumah kami dengan...

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-25

Tema             : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi  Narasumber : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd Moderator    : Ibu Mutmainah Semangat pagi... Pagi.. Pagi dan pagi... Walau hari sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, tapi semangat pagi tetap membara dalam hati untuk mengikuti pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 pertemuan ke-25. Puji nama Tuhan.. Oya.. malam ini kita belajar dengan narasumber muda yang luar biasa dengan tema Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi, sebuah tema yang memang real dengan perjalanan prestasinya yang super duper luar biasa, yang telah menelurkan 53 buku. Wow.. luar biasa...  Yukk kita intip CV beliau : Berikut karya beliau : Narasumber aktif di beberapa komunitas menulis antara lain: 1.Pengurus Kelas Belajar Menulis Gratis Omjay dan PGRI (admin, moderator, dan narasumber) 2.Cakrawala Blogger Guru Nasional(Lagerunal) sebagai admin, moderator, d...

Awalnya biasa saja, tapi akhirnya aku terpikat...

Istilah blog, web blog, atau blogger sebuah istilah yang sering saya dengar, tapi jujur awalnya saya tidak tertarik untuk menggalinya lebih dalam. Tapi setelah saya mengikuti kelas belajar menulis PGRI saya tertantang untuk mengenalnya, salah satunya dengan mulai membuka channel YouTube tentang pembuatan blogspot. Saya mencoba melihat lebih dalam lagi untuk mengenal apa itu blog, web blog maupun blogger.  Setelah saya melihat beberapa Cuplikan blog pribadi beberapa teman-teman hebat yang saya temukan di kelas belajar menulis PGRI ternyata dunia blog itu seru juga yaa.. dimana melalui blog pribadi bisa menjadi alat perekam ajaib tentang kegiatan yang pernah kita lakukan atau kita alami melalui kegiatan menulis. Dan ini saya jadikan alasan bagi saya untuk harus belajar ilmu baru yang belum saya pahami dan belum saya kuasai. Puji Tuhan... Saya dipertemukan dengan kelas online pembuatan Blogspot dari dasar bersama Pak Brian seorang guru SD dari Jakarta yang sangat menginspi...