Langsung ke konten utama

Tantangan H1 : Tumis Pepaya muda+tempe semangit tanda cinta dari suamiku

Hari ini merupakan hari yang cukup padat bagi saya seorang ibu rumah tangga plus ibu bekerja (seorang guru) yang tak punya ART (asisten rumah tangga). Seperti biasanya saya harus bisa membagi waktu saya untuk mengurus rumah tangga dan bekerja tentunya.

Sejak semalam saya sudah berencana hari Jumat ini akan kerja dari rumah menyelesaikan pekerjaan walikelas 6 (kebetulan siswa kelas 6 tidak ada disekolah sedang menunggu hasil kelulusan dari rumah masing-masing) dan siangnya baru akan ke sekolah untuk kegiatan rapat dinas. Saya pun mandi pagi dan bergegas absen pagi ke sekolah, dan meninggalkan pesan pada teman satu level saya mengajar, saya ijin bekerja dari rumah dan akan balik lagi ke sekolah jam 13.00 saat kegiatan rapat dinas diadakan.

Setelah absen finger print pagi saya pun balik kanan membawa kuda besi kearah rumah kembali, dan tak lupa mampir sebentar membeli bubur ayam pesanan si bungsu. Sambil menunggu pesanan bubur disiapkan, saya membuka ponsel saya terlihat ada notifikasi pesan WA dari grup sekolah si bungsu yang mengingatkan hari ini harus membawa bekal makanan berat ke sekolah.

Saya pun segera bergegas belanja ke warung mempersiapkan bekal makanan si bungsu untuk dibawa ke sekolah, memandikan si bungsu, dan tentunya mempersiapkan segala keperluan sekolahnya. Setelahberes semuanya si bungsu pergi ke sekolah diantar ayahnya (kebetulan suami sedang WFH) saya pun bergegas menyelesaikan berkas-berkas kelulusan siswa kelas 6 yang belum selesai saya kerjakan hingga waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB pekerjaan saya selesai dan  saatnya si bungsu pulang dari sekolah.

Setelah si bungsu pulang dari sekolah sebagai seorang ibu, tentunya saya gantikan baju seragamnya, dan menemaninya tidur siang hingga waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB waktunya saya harus kembali lagi ke sekolah untuk mengikuti rapat rutin dinas yang diadakan di sekolah.

Rapat rutin dinas pun saya ikuti dengan lancar, hingga waktunya saya pulang kerumah, ternyata saya lupa belum masak nasi untuk makan siang suami saya, setelah melepas alas kaki, meletakkan tas ke atas meja kerja, saya bergegas ke dapur, saya lihat suami sedang mengiris bumbu untuk memasak, "Aduhh yah... Maafin mama, mama tadi lupa masak nasi, tadi niatnya mau masak nasi sebelum berangkat rapat.. ehh... mama kelupaan, maafin mama yaa.." saya memohon maaf pada suami sambil mencari-cari dalaman magic com berniat untuk memasak nasi. Suami saya pun menjawab dengan santainya "ga papa ma, ayah udah masak koq.." saya pun langsung buka magic com di meja makan, benar saja asap nasi putih yang masih mengepul menyambut saya saat saya buka tutup magic com. Saya pun menjawab "makasih ya yah, maafin mama, mama tadi kelupaan".Sembari memutarkan tombol mesin cuci untuk menutupi kesalahan saya, "sini yah, biar mama yang teruskan.." tapi suami menjawab " ga usah, biar ayah aja ! Ini pepaya udah diuleni pake garam kan ma?" Tanya suamiku.. saya pun menjawab "udah yah, niatnya tadi pagi mau masak tumis Pepaya, tapi si bungsu harus bekal makanan berat, jadi mama ganti menu, padahal dari kemarin pengen makan tumis pepaya muda dicampur tempe semangit plus ikan asin". Mendengar penjelasan saya, suami hanya diam tak membalas jawaban saya, kemudian meneruskan aktifitasnya di dapur.

Saya mengganti pakaian seragam saya, kemudian melanjutkan aktifitas saya sebagai ibu rumah tangga menyuapi si bungsu makan sore di depan rumah. Setelah beres menyuapi si bungsu saya kembali masuk rumah. Alangkah senangnya diatas meja makan sudah tersedia tumis pepaya muda+tempe semangit, ikan asin, dan sambal terasi buatan suami untuk istri tercinta. Rasanya luar biasa nikmatnya... Tumis Pepaya muda + tempe semangit tanda cinta suami pada istrinya. Tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk perhatian dan tanda cinta yang diberikan untuk saya.

Terima kasih sayang... Bersyukur Tuhan anugerahkan suami yang mengerti kondisi istrinya yang bekerja, karena dalam kehidupan rumah tangga kami sebuah tim, tidak saling mengandalkan tapi justru kami saling melengkapi satu sama lain. Happy Family day. (TMR)

Bandung, 10 Juni 2022
ti2s_mratri

Sumber Gambar : Koleksi pribadi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan H7 : Pahlawanku Seutuhnya Part 3

Dering ponselku berbunyi... Kulirik layar ponselku tertera nama orang yang aku sangat kenal. Kuangkat telepon itu, diseberang telepon ada suara lirih ibuku, namun tak jelas pembicaraannya, namun sempat aku tangkap intinya "mamah sakit". Seketika itu aku bangun dari tempat semula aku berbaring, dan mengajak suami serta kedua anakku untuk segera menyiapkan diri bergegas kerumah orang tuaku. Kebetulan saat itu hari Sabtu sore, cuaca mendung, dan kami semua ada di rumah. Suamiku tipe menantu yang sangat sayang pada mertuanya. Mendengar mertuanya sakit beliau segera mencari kunci dan memanaskan mobil. Seraya mengingatkanku membawa bawa baju ganti anak-anak. Akupun segera menarik tas jinjing, dan memasukkan baju ganti anak-anak kedalam tas yang aku bawa. Setelah mengunci pintu dan pagar rumah dan menyalakan lampu teras, kulihat anak-anak juga sudah ada di dalam sana, tak berapa lama mobil mulai melaju, membawa kami ke rumah orang tuaku. Untungnya jarak rumah kami dengan...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...

Tantangan H20 : Apa itu Kurikulum Operasional Sekolah?

Puji nama Tuhan...  Selama dua hari ini kami tim pengembang kurikulum SDN 029  Cilengkrang telah selesai menyusun Kurikulum Operasional Sekolah untuk tahun pelajaran 2022/2023.  Sebenarnya kegiatan sudah diawali minggu lalu pasca kegiatan pentas seni dan pembagian rapor kenaikan kelas. Sengaja saya sebagai koordinator bagian kurikulum membagi tugas anggota tim pengembang kurikulum untuk penyusunan bab per bab pada kurikulum operasional sekolah. Tujuannya agar saat kami bertemu pada hari Selasa, 28 Juni 2022 kami hanya tinggal menyamakan persepsi (tidak dari nol, namun sudah ada modal dasar penyusunan kurikulum operasional sekolah). Diawal kegiatan awal penyusunan kurikulum perasional sekolah dibuka dengan pengarahan dari pimpinan SDN 029 Cilengkrang sebagai bentuk dukungan dan suntikan motivasi bagi kami tim pengembang kurikulum untuk mulai bekerja. Tak lupa pimpinan memberikan bahan evaluasi dari penyusunan kurikulum operasional sekolah tahun pelajaran sebelu...