Tema : Menulis Buku Terbaik Perpusnas
Narasumber : Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, S.Pd. M.Pd
Moderator : Ibu Widya Setianingsih
Luar bisa...
Pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 memasuki pertemuan ke-13. Itu artinya kita hampir memasuki setengah perjalanan menuju ke putaran ke-30 ke dermaga terakhir di perjalanan pelatihan belajar menulis ini. Kegiatan pertemuan ke-13 kami di temani moderator cantik yang merupakan arek Malang Jawa Timur Ibu Wida Setianingsih,. Sedangkan narasumber hebat malam ini yakni dosen dan pengajar di FIP prodi BK UNIPAR Jember, bernama Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, S.Pd. M.Pd yang memiliki segudang prestasi dan pengalaman di dunia literasi dan telah menghasilkan banyak karya juga di bidang literasi. Sungguh luar biasa..!
Adapun yang menjadi tema kegiatan malam ini adalah Menulis Buku Terbaik Perpusnas. Berikut intisari materi dan kegiatan tanya jawab yang dapat saya simak.
1. Menulis merupakan aktifitas manusia menuangkan apa yang terkandung di dalam pikirannya. Dengan menulis seseorang dapat menyampaikan apa yang menjadi gagasan maupun perasaannya kepada orang lain. Boleh juga dikatakan bahwa menulis adalah salah satu aktivitas komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Wujudnya adalah berupa tulisan yang terdiri dari rangkaian huruf yang bermakna dengan segala kelengkapannya, seperti ejaan, dan tanda baca. Menulis juga merupakan suatu proses penyampaian gagasan, pesan, sikap, dan pendapat kepada pembaca dengan lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca. Untuk itu pentingnya kita memahami EYD waktu awal kita belajar menulis, nah saat ini hal itu sangat butuh, sebagai rangkaian pemahaman dalam kalimat, sehingga penyampaian informasi bisa diterima.
2. Menulis merupakan proses berpikir yang mempunyai sejumlah unsur yaitu mengingat, menghubungkan, memprediksi, mengorganisasikan, membayangkan, memonitor, mereview.
3. Seseorang menulis tentu mempunyai maksud dan tujuan yang bermacam- macam, misalnya memberitahukan atau mengajar, meyakinkan atau mendesak, menghibur atau menyenangkan, dan mengutarakan atau mengekspresikan perasaan atau emosi. menulis juga mempunyai tujuan yang bersifat khusus, sesuai dengan bentuk-bentuk ekspresi diri saat akan menulis.
4. Bentuk ekspresi kita saat ingin menulis adalah on the spot, harus segera tulis tanpa ditunda. Arti sebuah ekspresi dalam menulis diantaranya :
- Menjelaskan atau menerangkan,
- Menimbulkan citra yang sama dengan yang diamati oleh penulis tentang suatu objek,
- Meninggalkan kesan tentang perubahan-perubahan sesuatu yang terjadi mulai dari awal sampai dengan akhir cerita,
- Menyakinkan atau mendesak pembaca sehingga mengubah pikiran, pendapat, atau sikapnya sesuai dengan keinginan penulis. Oleh sabab itu, sebaiknya dalam kegiatan menulis hendaknya segera dilaksanakan dalam kurun waktu yang tidak lebih dari 72 jam, artinya menulis itu tidak terjedah waktu terlalu lama, di alam memori kita akan terjadi hal-hal yang memunculkan pikiran dan ide lain yang kurang terarah. Dalam praktiknya pikiran akan merubah tujuan dan itu sering bertumpang tindih, dan setiap orang mungkin menambah tujuan-tujuan lain yang belum tercakup ke dalam salah satu jenis tujuan awal saat mau akan menulis
Dari empat tujuan tersebut, tujuan pertama dan utama dari menulis adalah menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data, maupun peristiwa termasuk pendapat, dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa tersebut agar khalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yang terdapat maupun yang terjadi di muka bumi ini.
5. Istilah dalam penulisan ilmiah adalah buku itu hrs ada Novelty. Novelty itu kebaruan, buku kalau ada novelty maka akan menjadi hidup. Cara untuk menemukan kebaruan adalah sering membaca yg sesuai dengan latar keilmuannya
6. ISSN juga merupakan nomor unik yang menunjukan identitas terbitan. ISSN dikhususkan untuk publikasi secara periodik seperti koran yang terbit harian atau majalah serta jurnal yang memiliki waktu terbit berkala. International Standard Book Number (ISBN)
7. Menulis yg baik itu adalah menulis yg belum pernah ditulis oleh org lain, kalimat bukan plagiasi, tata baca yg benar, EYD tertib dan yg utama adalah ada kebaruan
8. Kompensasi kegiatan menulis sebagai penghibur saat sedih.
9. Ketika kita menulis karya tulis yang dapat menghasilkan novelty, mulailah dengan mengkaji fenomena yang terjadi di sekitar kita. Jika sudah ada pandangan yang sama persis dalam pembahasan, mulai temukan apakah kondisi pada saat mau menulis tersebut sama dengan kondisi pada fenomena yang sedang diamati. Dalam hal ini jika kondisi tersebut tidak sama maka kemungkinan tulisan kita sudah mengandung unsur novelty.
Terima kasih untuk Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, S.Pd. M.Pd narasumber hebat yang telah menambah warna lain dalam pemahaman saya dibidang kegiatan menulis, juga pada moderator hebat Ibu Widya Setianingsih yang selalu setia menemani kami dalam kelas online ini.
Salam sukses dan salam literasi
Gusti Mberkahi
Bandung, 16 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar
Posting Komentar