Tema : Mengelola Majalah Sekolah
Narasumber : Ibu Widya Setianingsih, S. Ag
Moderator : Ibu Mutmainah
Tak terasa pelatihan belajar menulis Gelombang 26 sudah memasuki pertemuan ke-11, malam ini mengusung tema pelatihan "Mengelola Majalah Sekolah" dengan moderator Ibu Mutmainah yang sering di sapa Ibu Emut dan Narasumber Ibu Widya Setianingsi, S.Ag. Keduanya merupakan alumni BM angkatan 21 sehingga dalam penyampaian materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan komunikatif sebagai ajang silaturahmi keduanya. Ibu Widya Setianingsih, S.Ag sebagai narasumber dalam sesi perkenalan menuturkan bahwa beliau hanyalah pecinta literasi biasa dan berawal dari zero, dan dengan bergabung di komunitas penulis BM asuhan Om Jay mampu melejitkan potensi yang beliau miliki untuk menjadi penulis yang produktif, "kuncinya adalah mau, bagaimanapun juga satu ons tindakan lebih berarti dari pada satu ton pemikiran" beliau mengaskan. Ibu Widya Setianingsih, S.Ag merupakan pimpinan redaksi majalah Kharisma MI Khadijah Malang Jawa Timur.
Seluk Beluk Majalah :
Menurut KBBI majalah dapat diartikan sebagai terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Menurut waktu penerbiatannya majalah dapat dibedakan menjadi majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya. Sedangkana menurut isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya
Sejarah Singkat Kharisma
Usia majalah sekolah kami kurang lebih 13 tahunan. Majalah Kharisma lahir sejak tahun 2007. Pada tahun 2008 sempat vakum selama dua tahun. Kemudian pada tahun 2010 terbit lagi dengan title Kharisma reborn, karena Kharisma terbit dengan penampilan yang baru. Saat pertama kali terbit, tentu tampilan dan isinya tidak seperti saat ini. Tampilan Kharisma sangat sederhana sekali. Hanya berukuran 21 cm x 16 cm (separuh folio). Itupun tidak dicetak. Hanya di fotokopi hitam putih. Artikelnya pun belum beragam dan sederhana sekali. Kemudian lahir kembali dengan tampilan lebih menarik, keren, dicetak, berwarna, hard cover dan isinya lebih beragam. Walaupun halamannya waktu itu hanya ada 20 an halaman (sekarang 40 halaman). Crewnya pun terbatas. Saat itu hanya ada pimred merangkap layout, dan saya sebagai reporter merangkap editor. Kemudian tahun 2010 saya diangkat menjadi pimred, barulah pembaharuan total dilakukan.
Langkah-Langkah Menerbitkan Majalah Sekolah
1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal.
Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.
4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll.
Susunan Redaksi Majalah Sekolah
- Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2.
- Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
- Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.
- Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik.
- Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.
- Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll.
- Kegiatan Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll.
- Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.
- Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
- Info dan pengumuman: Info ujian, libur, dsb.
- Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
- Tidak menggunakan bahasa terlalu formal/kaku.
- Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan.
- Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan)
- Misalnya hay gaess, hai sobat (sapaan untuk para pembaca)
- Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca
- Murni dari siswa : siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
- BOSDA, pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.
- Sponsor, bisa dengan menggandeng wali murid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.



Makin keren resume nya... 👍👍👍lanjutkan... 💐💐💐salam literasi
BalasHapusterima kasih sudah berkunjung, kita belajar bersama, dan salam literasi kembali
HapusSuper lengkap infonya
BalasHapus