Langsung ke konten utama

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-9


Tema           : Menulis itu Mudah
Narasumber : Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I
Moderator    : Bpk. Dail Ma'ruf

Dinginnya angin malam di perbatasan kota bandung mengantarkan kami para peserta kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 pada pertemuan ke-9 dengan tema "Menulis itu mudah".  Sebuah tema yang kontradiktif, karena tidak semua orang bisa sependapat bahwa menulis itu mudah, tapi malah sebaliknya. Nah, di malam ini kami akan bersama-sama mereset mind set dari menulis itu sulit, menjadi menulis itu mudah.

Kegiatan malam ini dipandu oleh moderator yang mumpuni di bidang kegiatan literasi yakni Bpk. Dail Ma'ruf yang telah menghasilkan banyak buku dan untuk lebih mengembangkan kemampuan dalam menulisnya beliau juga berkolabolarasi dengan tim solid asuhan Om Jay lainnya untuk menghasilkan banyak karya yang tentunya sangat mengagumkan.

Narasumber kelas online malam ini adalah Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I seorang guru besar metodologi studi Islam dari Tulungagung-Jawa Timur. Sosok Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I merupakan figur guru besar yang sangat bersahaja dan menginpirasi banyak orang untuk mau terus belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I menuturkan yang melatarbelakangi beliau menjadi seorang penulis adalah karena keterbatasan beliau dari segi ekonomi, sempat hampir putus sekolah, dan ingin mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kemampuan yang dimilikinya (menulis)

Puji nama Tuhan atas ketekunan dan komitmen beliau dalam menulis berbuah manis, beliau mampu mematahkan anggapan bahwa menjadi penulis itu tidak akan maju, tapi sebaliknya melalui kegiatan menulis beliau dapat mengembangkan segala kemampuan yang dimilikinya dan sukses hingga sekarang. (sungguh sebuah pencapaian prestasi yang membanggakan). 

Berdasar pada CV Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I yang dibagikan di grup WA pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 malam ini, Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I telah menghasilkan banyak karya yang telah dipublikasikan, diantaranya 33 jurnal akademik dan simposium, 20 buku, dan 32 chapter buku. (Woww... luar biasa!) 

Masuk ke sesi pemaparan materi menulis itu mudah, Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I menerangkan bahwa ada 5 prasyarat yang dimiliki agar kita dapat mereset mind set kita bahwa sebenarnya menulis itu mudah, seperti 5 jari tangan kita pada salah satu telapak tangan kita", diantaranya :

1. Membaca
Membaca sebagai sebuah kemampuan, dan semua orang pasti bisa membacakin kita semua bisa membaca. Jadikan kegiatan membaca menjadi sebuah budaya, Sekali membaca cukup 10-15 menit, buku ditutup lalu direnungkan, dan mulai menuliskan apa yang dapat kita tangkap dari bacaan dalam 1 atau 2 pargraf singkat untuk melatih kemampuan dalam menulis.

2. Praktik menulis
Menulis pada dasarnya merupakan kegiatan praktek, dengan bergabung pada komunitas menulis ini merupakan sarana bukan tujuan dari agar jadi seorang penulis. Kita harus percaya diri dengan tulisan yang sudah kita buat, segera menulis ketika menemukan momentum yang pas sebagai bahan tulisan, dengan tidak menundanya, karena semakin lama, maka akan semakin hilang hasrat untuk menuliskan momentum yang kita alami atau bahkan terlupakan.

3. Tahu apa yang ditulis 
Menulis merupakan sarana untuk mengekspresikan diri terhadap pengalaman yang sudah kita alami, untuk itu kegiatan menulis bisa dilakukan saat kita dalam suasana santai, misalnya dalam perjalanan menunggu kendaraan, atau dengan mengisi waktu luang yang kita miliki dengan menuliskannya di dalam sebuah buku atau gawai yang kita miliki.

4. Nikmati proses menulis
Menikmati proses menulis merupakan cara mudah untuk kita bahagia, karena dengan menulis kita dapat mencurahkan setiap perasaan yang ada di hati dan pikiran kita.

5. Ngemil
Menulis tidak harus sekali jadi (Bisa di cicil), namun diperlukan komitmen untuk menyelsesaikan tulisan yang kita buat sampai tuntas.

Beberapa catatan penting yang saya dapat dari kegiatan tanya jawab kelas online malam ini, sebagai berikut.
  • Waktu terbaik kita menulis adalah pagi hari. Usahakan bangun barang setengah jam lebih pagi. Saat itu tubuh masih fresh. Setelah ibadah bisa dipakai menulis. Setengah jam itu jika dilakukan secara konsisten sudah sangat bagus. Pagi itu tubuh segar. Kalau malam, tubuh sudah capek. Biasanya ngantuk. Nulisnya jadi kurang fokus. Ini harus dilakukan setiap hari. Libur atau tidak, tetap nulis. Mungkin awalnya agak berat. Tapi kalau sudah terbiasa, akan enjoy.
  • Kebiasaan menulis diawali dengan paksaan. Misalnya, untuk fasih menulis dalam bahasa Indonesia karena dipaksa oleh keadaan. Sekarang ini ketika sudah rutin dilakukan ya tidak ada paksaan lagi. Kuncinya awalnya memaksa diri, lama-lama akan terbiasa.
  • Proses pengeditan merupakan proses dimana kita merapihkan tulisan kita agar nyambung dari awal hingga akhir, khususnya saat kegiatan menulis itu dilakukan dengan menyicil, tentunya akan ada kata atau kalimat yang tidak nyambung dengan ide awal. Nah, disinilah cara kita sebagai penulis untuk bermain cantik menyambungkan tiap kata dan kalimat menjadi sebuah tulisan yang mengalir sesuai dengan tujuan awal pembuatan tulisan.
  • Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa kegiatan menulis harus dijadikan budaya atau pembiasaan, karena kegiatan menulis membutuhkan proses bukan sesuatu yang instan.
  • Kriteria tulisan yang baik, diantaranya (1) jelas (mudah dipahami, dan tidak menimbulkan multi tafsir), (2) sinkron antar pargraf, (3) konsisten dalam ide dan tulisan, dan (4) taat aturan.
  • Kegiatan menulis memberikan keberkahan bagi penulisnya, karena dengan menuliskan apa yang kita pikirkan dan kita rasakan memberikan rasa plong... dalam hati penulis. Dengan bergabung dalam komunitas menulis seperti ini menambah lagi keberkahan yang didapat, diantaranya semakin banyak saudara para pegiat literasi di Nusantara dan tentunya menambah ilmu dan pengetahuan yang dimiliki.

Menulis Itu Mudah, kuncinya kita yang membuatnya mudah. 
Mari menulis, jangan hanya berpikir tentang menulis tetapi mari praktik menulis.
(Bpk. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I)

Malam yang penuh dengan ilmu baru, menambah semangat dan gairah dalam diri untuk terus belajar dan konsisten dalam kegiatan menulis. Terima kasih untuk narasumber dan moderator yang telah memfasilitasi kami para peserta pelatihan mendapat ilmu baru lagi dalam kegiatan menulis. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kami, dan tentunya memberikan keberkahan bagi kita semua. Amin

Salam sukses dan salam literasi
Gusti Mberkahi

Bandung, 6 Juni 2022
ti2s_mratri



Sumber :
Narasumber pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 pertemuan ke-9




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan H7 : Pahlawanku Seutuhnya Part 3

Dering ponselku berbunyi... Kulirik layar ponselku tertera nama orang yang aku sangat kenal. Kuangkat telepon itu, diseberang telepon ada suara lirih ibuku, namun tak jelas pembicaraannya, namun sempat aku tangkap intinya "mamah sakit". Seketika itu aku bangun dari tempat semula aku berbaring, dan mengajak suami serta kedua anakku untuk segera menyiapkan diri bergegas kerumah orang tuaku. Kebetulan saat itu hari Sabtu sore, cuaca mendung, dan kami semua ada di rumah. Suamiku tipe menantu yang sangat sayang pada mertuanya. Mendengar mertuanya sakit beliau segera mencari kunci dan memanaskan mobil. Seraya mengingatkanku membawa bawa baju ganti anak-anak. Akupun segera menarik tas jinjing, dan memasukkan baju ganti anak-anak kedalam tas yang aku bawa. Setelah mengunci pintu dan pagar rumah dan menyalakan lampu teras, kulihat anak-anak juga sudah ada di dalam sana, tak berapa lama mobil mulai melaju, membawa kami ke rumah orang tuaku. Untungnya jarak rumah kami dengan...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...

Tantangan H20 : Apa itu Kurikulum Operasional Sekolah?

Puji nama Tuhan...  Selama dua hari ini kami tim pengembang kurikulum SDN 029  Cilengkrang telah selesai menyusun Kurikulum Operasional Sekolah untuk tahun pelajaran 2022/2023.  Sebenarnya kegiatan sudah diawali minggu lalu pasca kegiatan pentas seni dan pembagian rapor kenaikan kelas. Sengaja saya sebagai koordinator bagian kurikulum membagi tugas anggota tim pengembang kurikulum untuk penyusunan bab per bab pada kurikulum operasional sekolah. Tujuannya agar saat kami bertemu pada hari Selasa, 28 Juni 2022 kami hanya tinggal menyamakan persepsi (tidak dari nol, namun sudah ada modal dasar penyusunan kurikulum operasional sekolah). Diawal kegiatan awal penyusunan kurikulum perasional sekolah dibuka dengan pengarahan dari pimpinan SDN 029 Cilengkrang sebagai bentuk dukungan dan suntikan motivasi bagi kami tim pengembang kurikulum untuk mulai bekerja. Tak lupa pimpinan memberikan bahan evaluasi dari penyusunan kurikulum operasional sekolah tahun pelajaran sebelu...