Langsung ke konten utama

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-15


Tema            : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Narasumber : Bpk. Yulius Roma Patandean, S.Pd
Moderator.    : Mr. Bams 

Kegiatan kelas online pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 pertemuan ke-15 mengusung tema Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis. Dengan narasumber Bpk. Yulius Roma Patandean, S.Pd. M.Pd dari kabupaten Tana Toraja, dan Bpk. Bambang dari Bandung yang sering disapa Mr. Bams sebagai moderator yang setia menemani kegiatan belajar kita malam ini.

Tak kenal maka tak sayang, begitu pepatah menyebutkan. Narasumber hebat kita memperkenalkan dirinya sebagai alumni pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 9 tepatnya diawal pandemi covid-19 melanda Indonesia. Beliau juga merupakan salah satu alumni BM yang menjawab tantangan di Prof. Eko Indrajit dalam kegiatan menulis buku dalam satu minggu dan semangat menulis buku tetap beliau tekuni hingga saat ini. Salah satu buku yang beliau tulis mengenai guru penggerak yang berisi pengalaman beliau sebagai guru penggerak angkatan 4. 
Berbekal keyakinan bahwa peserta pelatihan belajar menulis PGRI pasti sudah memiliki ide- ide cemerlang terkait buku yang akan ditulis, maka dalam pemaparan materinya, narasumber menyampaikan bahwa dalam penyusunan naskah buku tidak terlepas dari tertatanya alur pikiran/ide yang kita tuangkan di naskah tersebut. Artinya sebelum memulai tahapan penyusunan naskah untuk dibukukan, hendaknya penulis sudah memiliki kumpulan naskah di laptop nya masing-masing. Apabila tercecer pun tidak menjadi masalah, karena nanti akan saling terkait satu sama lain ketika kita mulai menata naskah yang akan kita bukukan. Berikut tips yang diberikan narasumber dalam menata sebuah buku dapat disimak pada laman https://youtu.be/eePQwyHAcjw dan https://youtu.be/jXPr59aWJSc
Sebagai catatan penting : Pastikan naskah tulisan yang dibuat sudah diketik di format A5 dan telah terkumpul minimal 40 halaman.

Berikut intisari kegiatan tanya jawab pada pertemuan ke-15 yang dapat saya simak.
1. Judul dan sub judul yang disampaikan oleh narasumber dapat dipraktekkan saat menulis artikel di koran. 
2. Penulisan kata pengantar dan prakata sebuah buku dibuat dalam satu buku,. disampaikan hanya dalam 1-2 halaman saja. Kata pengantar ditulis oleh yang menulis buku, sedangkan Prakata oleh orang lain.
3. Dalam menulis buku, idealnya ada sinopsis. Tujuannya mempermudah pembaca mengenali gambaran naskah buku yang kita tulis.
4. Mental blocking adalah saat dimana otak menolak ide/pikiran tertentu dan tidak bisa mengendalikan nya. Untuk mengatasi mental blocking adalah dengan relaksasi, rileks kan pikiran, mengikuti workshop penulisan, latihan menulis blog, dll.
5. Jika ide dalan pikiran kita sudah mentok, menyisipkan gambar/foto bisa membantu mencari ide. Gambar dapat digunakan sebagai sarana penyampai ide dalam pikiran kita 
6. Setiap naskah yang pernah kita dibuat jangan dibuang begitu saja, tetapi kumpulkan satu per satu karena suatu saat pasti kita akan menemukan cara untuk menyambungkan setiap tulisan yang pernah kita buat. Kuncinya dengan membacanya kembali dan menyambungkan satu per satu disesuaikan dengan ide tulisan yang kita buat.
7. Makalah yang baik memiliki sistematika sebagai berikut.
Bab 1 : Pendahuluan
Bab 2 : Kajian Teori
Bab 3 : Metode Penelitian
Bab 4 : Hasil dan Pembahasan
Bab 5 : Kesimpulan dan Saran
Perbedaan penerapan masing-masing bab dalam sebuah buku disesuaikan dengan jenis makalah yang dibuat, misalnya makalah induktif, deduktif, atau campuran.

Closing statement dari narasumber yang menguatkan peserta pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 di pertemuan ke-15:
Menulislah, nikkmati prosesna, pantang mundur sebelum buku ber-ISBN muncul.
Menulislah bukan karena angka kredit, tetapi menulislah sebagai bagian pelayanan hidup.
(Yulius Roma Patandean, S.Pd.M.Pd)

Luar biasa...!
Sebuah pengalaman dan ilmu baru saya dapatkan dari narasumber hebat yang tentunya sangat menginspirasi saya untuk terus belajar menulis.

Terima kasih Bpk. Yulius Roma Patandean, S.Pd. M.Pd sebagai narasumber, dan Mr. Bams sebagai moderator yang telah berbagi ilmu kepada kami di pertemuan ke-15 ini, semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Salam sukses dan salam literasi
Gusti Mberkahi

Bandung, 20 Juni 2022
ti2s_mratri



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan H7 : Pahlawanku Seutuhnya Part 3

Dering ponselku berbunyi... Kulirik layar ponselku tertera nama orang yang aku sangat kenal. Kuangkat telepon itu, diseberang telepon ada suara lirih ibuku, namun tak jelas pembicaraannya, namun sempat aku tangkap intinya "mamah sakit". Seketika itu aku bangun dari tempat semula aku berbaring, dan mengajak suami serta kedua anakku untuk segera menyiapkan diri bergegas kerumah orang tuaku. Kebetulan saat itu hari Sabtu sore, cuaca mendung, dan kami semua ada di rumah. Suamiku tipe menantu yang sangat sayang pada mertuanya. Mendengar mertuanya sakit beliau segera mencari kunci dan memanaskan mobil. Seraya mengingatkanku membawa bawa baju ganti anak-anak. Akupun segera menarik tas jinjing, dan memasukkan baju ganti anak-anak kedalam tas yang aku bawa. Setelah mengunci pintu dan pagar rumah dan menyalakan lampu teras, kulihat anak-anak juga sudah ada di dalam sana, tak berapa lama mobil mulai melaju, membawa kami ke rumah orang tuaku. Untungnya jarak rumah kami dengan...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...

Tantangan H20 : Apa itu Kurikulum Operasional Sekolah?

Puji nama Tuhan...  Selama dua hari ini kami tim pengembang kurikulum SDN 029  Cilengkrang telah selesai menyusun Kurikulum Operasional Sekolah untuk tahun pelajaran 2022/2023.  Sebenarnya kegiatan sudah diawali minggu lalu pasca kegiatan pentas seni dan pembagian rapor kenaikan kelas. Sengaja saya sebagai koordinator bagian kurikulum membagi tugas anggota tim pengembang kurikulum untuk penyusunan bab per bab pada kurikulum operasional sekolah. Tujuannya agar saat kami bertemu pada hari Selasa, 28 Juni 2022 kami hanya tinggal menyamakan persepsi (tidak dari nol, namun sudah ada modal dasar penyusunan kurikulum operasional sekolah). Diawal kegiatan awal penyusunan kurikulum perasional sekolah dibuka dengan pengarahan dari pimpinan SDN 029 Cilengkrang sebagai bentuk dukungan dan suntikan motivasi bagi kami tim pengembang kurikulum untuk mulai bekerja. Tak lupa pimpinan memberikan bahan evaluasi dari penyusunan kurikulum operasional sekolah tahun pelajaran sebelu...