Langsung ke konten utama

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI GELOMBANG 26 PERTEMUAN KE-6


Tema             : Menulis Buku Mayor Dalam 2 Minggu

Narasumber   : Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit

Moderator      : Ibu Aam Nurhasanah


Tak terasa kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 memasuki pertemuan ke-6, malam ini mengusung tema "Menulis Buku Mayor Dalam 2 Minggu" dengan narasumber Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit narasumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam maupun luar negeri (ternyata beliau merupakan suami dari artis Lisa A. Riyanto, sungguh luar biasa), didampingi moderator Ibu Aam Nurhasanah dari Cipanas, Kab. Lebak Banten yang juga merupakan alumni pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 8, namun karena kesibukkan beliau dan merasa kurang fokus mengikuti kegiatan, beliau mengulang kembali mengikuti pelatihan di gelombang 12 untuk memantapkan ilmunya dalam kegiatan menulis.

Ibu Aam Hasanah sebagai moderator membagikan pengalamannya saat mengikuti tantangan membuat buku hanya dalam waktu 2 minggu yang diberikan oleh Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit. Dan puji Tuhan naskah Ibu Aam Nurhasanah lolos seleksi dan tembus ke penerbit mayor PT ANDI OFFSET YOGYAKARTA. (Luar biasa...!). Ibu Aam Hasanah menuturkan bahwa penerbit mayor PT ANDI akan mencetak buku kita dalam bentuk fisik dan dalam bentu digital (e-books), buku kita akan di pajang di rak-rak toko besar seperti Gramedia. sebuah pencapaian kegiatan menulis yang luar biasa yang menginspirasi bagi saya sebagai penulis pemula. Berikut karya Ibu Aam Hasanah :




Ibu Aam Hasanah menambahkan bahwa beliau masuk angkatan ke-2 yang bukunya kolaborasi dengan Prof. Ekoji yang diberi nama angkatan September Ceria. Setiap angkatan yang lulus menulis bersama Prof. Ekoji, punya nama program yang berbeda. Angkatan pertama diberi nama Angkatan PELOPOR. Angkatan kedua SEPTEMBER CERIA. Angkatan ke-3 OKTOBER IMPIAN, dan masih ada beberapa angkatan lanjutan yang mayoritas merupakan alumni BM 1-24.

Ibu Aam Nurhasanah memberikan informasi mengenai daftar judul buku Ekoji Channel Academy, sebagai berikut.

Ibu Aam Nurhasanah menjelaskan cara agar kita bisa menulis dalam 2 minggu hanya dengan memilih satu judul di Chanel Prof. EKOJI CHANEL dan mengembangan TOC(Table of Content) atau daftar isi, peserta akan menjadi penulis pertama sedangkan Prof. Eko akan menjadi penulis kedua. 

Ibu Aam Nurhasanah juga memberikan penegasan bahwa syarat menulis dalam 2 minggu peserta tidak boleh memilih judul buku yang sudah dipilih oleh penulis mayor terlebih dahulu, jadi harus memilih judul buku di luar judul yang telah diberikan.

Pukul 19.44 WIB narasumber yang dinanti Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit menyapa para peserta pelatihan belajar menulis malam ini, beliau menuturkan bahwa beliau sedang dalam perjalanan dari airport menuju rumah.

Dalam paparannya Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit mengaskan bahwa di channel Youtube EKOJI CHANNEL telah ada banyak topik baru yang dapat dipilih oleh para peserta yang ingin karyanya diterbitkan. Cara belajar menulis buku dengan mudah adalah dengan cara menuliskan hal-hal yang disampaikan oleh orang lain. Oleh karena itulah maka program menulis buku dalam 2 minggu ini dibuat. Untuk periode bulan Juni ini, Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit memberi nama grupnya sebagai JUNI MERDEKA, peserta bebas memilih topik dari video yang ada di EKOJI CHANNEL maupun presentasi Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit yang dapat ditemukan pada kanal Youtube miliknya.

Ada tiga langkah. yang harus dilakukan untuk menulis buku dalam 2 minggu, diantaranya :

1. Pilih judul di EKOJI CHANNEL. 

2. Tuliskan apapun yang saya katakan dalam kanal tersebut. 

3. Perlihatkan draft tulisan peserta kepada Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit

Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit mengisahkan pengalaman kebiasaan menulisnya dimulai dari kecil, yaitu pelajaran mengarang dalam Bahasa Indonesia. Beliau senang menulis apa saja. Mulai dari menceritakan mimpi, kekaguman akan alam sekitar, kisah lucu yang ditemui sehari-hari, dan lain-lain. Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit menuturkan "Awalnya memang terasa sulit menorehkan kata-kata di kertas kosong. Namun kalau sudah satu kalimat pertama mengalir, tiba-tiba sisanya menjadi lancar dan susah disetop". 

Beliau juga menambahkan  bahwa  kesenangannya menulis adalah sebagai akibat dari kegemarannya membaca buku sejak kecil. Orang tua Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit tidak pernah mau membelikan mainan. Tapi kalau buku, mereka dengan senang hati membelikannya. Ketika SD, buku bacaan Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit beragam, mulai dari yang ringan seperti komik Tintin, Asterix, Godam, Gundala, Donald Bebek, dsb. atau langganan majalan Bobo, Kuncung, dan Kawanku.... hingga yang berat-berat seperti karya Agata Christie, Karl May, Alfred Hitchcock, dan Mark Twain. semasa SMAnya Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit sudah berhasil menelurkan 120 sinopsis karaya sastra dari pujangga lama dan pujangga baru. (Woww... luar biasa..!)

Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit menjelaskan kembali bahwa menulis sebenarnya bukan merupakan suatu tujuan, tapi jalan untuk mencapai cita-cita yang lebih besar. Ketika masih remaja, beliau memiliki cita-cita ingin keliling Indonesia namun dibayarin orang lain. Untuk itulah beliau banyak menulis mengenai berbagai hal, dengan harapan ada pembaca yang mau mengundang beliau mengisi seminar. Dan puji nama Tuhan hal tersebut membuahkan hasil. Buku pertama beliau di tahun 2001 berhasil membawa beliau mengelilingi 27 provinsi ketika itu.

Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit menjelaskan bahwa dalam tantangan menulis buku dalam 2 minggu beliau akan didampingi teman-teman penulis lainnya akan membimbing para penulis menyelesaikan tantangan yang diberikan. Pengalaman terdahulu memperlihatkan, bahwa dengan menuliskan presentasi beliau yang ada di EKOJI CHANNEL, para penulis pemula bisa mendapatkan 50 halaman. Kemudian Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit akan memberikan para penulis referensi tambahan, sehingga materi bisa diperkaya menjadi lebih dari 100 halaman. Agar semuanya sistematis, maka langkah awalnya adalah membuat Table of Content atau Daftar Isi. Intinya, berani mencoba dan jangan takut salah Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit memberi motivasi pada para peserta pelatihan belajar menulis PGRI malam ini.

Diakhir sesi, narasumber dan moderator menantang para peserta untuk mengisi list peserta yang ingin mengikuti tantangan Juni Merdeka Ekoji Channel, woww... sebuah tantangan besar buat saya pribadi sebagai penulis pemula, saya pun memberanikan diri untuk mengisi list dengan nama saya. Semoga saya bisa mengikuti setiap tahapan dan menyelesaikan tantangan menulis buku dalam 2 minggu. Amin...

Bergabung dengan komunitas menulis ini sungguh luar biasa, memberikan pengalaman super buat saya, selalu ada saja ilmu baru dan semangat yang baru untuk belajar menulis dan menulis. seperti kata Om Jay guru menulis yang sangat menginspirasi saya "kegiatan menulis adalah jalan menuju keabadian, Ingatlah selalu mantra ajaib Omjay "enulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi".

Terima kasih Bpk. Prof. Richardus Eko Indrajit dan Ibu Aam Nurhasanah yang luar biasa memberikan pencerahan bagi saya untuk terus belajar dan tentunya semangat menyelesaikan tantangan menulis buku hanya dalam 2 minggu. SEMANGAT... !


Gusti Mberkahi...


Bandung, 30 Mei 2022

ti2s_mratri 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...