Langsung ke konten utama

Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 26 Pertemuan Ke-24

Tema             : Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS
Narasumber : Bpk. Dr. Imron Rosidi, M.Pd
Moderator    : Ibu Lely Suryani 

Puji nama Tuhan...
Pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 memasuki pertemuan ke-24, mengusung tema Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS. Tema tersebut merupakan salah satu tema yang ditunggu-tunggu bagi kami para PNS untuk menunjang angka kredit bagi pengajuan kenaikan pangkat.

Narasumber kita malam ini adalah beliau bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd beliau dengan segudang prestasi, setiap jengkal waktunya didedikasikan untuk dunia pendidikan, tentunya membuat kita harus angkat topi.
Melihat CV yang beliau bagikan, bisa dibayangkan bahwa prestasi beliau kebanyakan tingkatannya adalah nasional. Pastinya merupakan pencapaian yang membutuhkan energi yang tidak main - main. Dalam data pribadi beliau dapat diketahui bahwa selama kurang lebih 37 tahun beliau mengabdikan diri sebagai Tenaga Pendidik dengan status PNS. Oleh sebab itu, sudah barang tentu dituntut untuk terus berinovasi, agar kenaikan pangkatnya lancar dengan ketentuan dan penghitungan yang sangat ketat. Tak lupa moderator yang selalu setia mendampingi kami ibu Lely Suryani juga tak kalah mlumpuninya di bidang literasi.

Berikut slide materi pertemuan ke-24 malam ini.
Intisari kegiatan tanya jawab pertemuan ke-24 sebagai berikut.

P1 
ASN ada 2 yaitu PNS dan PPPK. 
Nah sampai saat ini masih banyak teman - teman P3K yang belum paham proses naik pangkatnya. Adakah pedomannya?
Jawab : Benar. Sampai saat ini regulasinya masih belum. Masih digodok. Tp kalau memang P3K adalah ASN, tentunya sama. Kita tunggu saja

P2 
1. Bagimana cara mengubah PTK ke jurnal atau ke artikel ? diakui atau tidak ? 
2. Apabila kita buat karya inovatif dengan 20 penulis, dan kita termasuk kedalam salah satu penulis, berapa nilai angka kredit nya?
Jawab :  
1. Kita menggunakan teknik copy, paste, dell. Cukup 25 menit selesai.Buka file laporan penelitiannya, copy judul dan paste pd file artikel ilmiah Copy nama penulis paste dan dell gelarnya sambil menuliskan email pribadi dan alamat Copy abstrak, paste, del jadikan 1 paragraf dan seterusmya. Dr sekitar 50 halaman hadikan 12 sd 16 halaman tanpa lampiran.
2. Tidak diakui karena seorang penulis puisi minimal menulis 20 puisi dengan penilaian angka kredit = 1

P3
Bagaimana kalau kemampuan spesialnya adalah menulis pantun. Apakah dapat AK juga? Penghitungannya sampai berapa pantun pak?
Jawab:
Pantun adalah bentuk puisi lama. Jadikan saja sebuah puisi yg memperhatikan rima. Dz buku 4 tdk ada pantun, yg bisa dinilai puisi. Buat saja 4 atau 5 pantin menjadi 1 puisi agar sesuai dg aturan dlm buku 4

P4
1. Sehubungan dengan ISBN yang saat ini khusus untuk buku-buku tertentu saja ?
2. Apakah mungkin ada kebijakan terbaru mengenai kenaikan pangkat terkait QRCBN pak?
Jawab :
1. Belum ada aturan baru. Harus ISBN. Memang sekarang banyak yg menulis buku hanya mencetak 5 bahkan 3 hanya untuk kenaikan pangkat. Maka ada kebijakan hrsnya yg dpt ISBN haruslah yg dipasarkan secara nasional atau diterbitkan oleh penerbit major. 
2. Pantun hanya 4 baris dg 2 sampiran dan 2 isi. Bisa ditulis secara cepat. Kalau hanya membuat 20 pantun, dibukukan, betapa tipisnya buku tersebut.

P5
Misalkan saya jurusan bahasa Inggris membuat 20 puisi bahasa Indonesia, dan di bukukan ISBN, Itu linear tidak, Apakah di akui ?
Jawab:
Semua guru mata pelajaran apa saja boleh menulis puisi. Tdk ada linieritas. Linieritas hanya untuk ijazah. Membuat media hrs sesuai dg mata pelajaran

P6
Untuk karya tulis Autobiografi angka kreditnya berapa ?
Jawab:
Ini masuk pada buku. Kalau ber ISBN nilai 3 dan kalau tdk ber ISBN nilai 1

P7
1. Apakah bisa sebuah buku dari bahasa jawa ke bahasa indonesia?
2. Bagaimana cara membuat buku mata pelajaran dimulai dari mana pak? 
Jawab :
1. Boleh. Maksimal 1 buku dan hrs ada surat keterangan dr kepala sekolah bahwa buku terjemahan itu digunakan dalam pembelajaran
2. Untuk menjawab perlu sehari. Saya penulis buku pelajaran Bahasa Indonesia SMA terbitan UM PRESS.

P8
Sebuah pengalaman : pernah bertanya pada pengawas kaitan dengan tulisan utk kepentingan naik pangkat. Kata beliau yg diakui adalah yang sesuai bidang studi benarkah itu?
Jawab : tidak benar, mungkin saja dilatarbelakangi oleh ketidatahuan seorang pengawas karena tidak pernah membuat sendiri saat kenaikan pangkat

P8
Apakah yang dimaksud dengan kenaikan pangkat pilihan ?
Jawab : 
Artinya kalau ada guru yg ingin naik pangkat ya silakan. Misalnya guru gol 3 d. Tdk mau naik pangkat ke gol 4. Takut pajak naik. Ini khan aneh. Padahal, kenaikan pangkat seseorang sejalan dg kemampuan menulisnya, kecuali yang naik pangkat dengan bayar para penjahit.

P9
Apakah kalau kita buat buku misalkan 1 pak / mba.. Mau naik pangkat ke 3d gak perlu lagi 2 PTK
Jawab :
Kalau buat, penelitain kalau diterima nilai 4. Kalau 2 nilai 8. Ssh cukup. Tdk perlu buku ya lolos asal AKK memenuhi dan PD juga memenuhi, penelitian itu hanya diwajibkan untuk gol IV. Jangan lupa dibuka, dibaca, dicerna, dipahami buku 4.

P10 
1. Penilaian untuk naik ke Gol. IV/C didengar persyaratannya sangat rumit. Apakah benar karya tulis yang kita buat katanya akan diperiksa oleh dosen dari perguruan tinggi yang sudah ditunjuk?
2. Apakah penilaiannya lebih ketat dibandingkan kenaikan pangkat yang ke golongan IV/b atau di bawahnya ?
Jawab : 
1. Asal ditulis dg benar pastilah lolos
2. Tidak ada beda dengan gol IV b. Syarat persis sama. Memang penilainya para prof dan guru atau ks seperti saya yg go lV d dan IV e

Kunci dari semua jawaban pertanyaan mengenai Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS sebenarnya dapat dijawab di buku karya Pak Imron.
Buku ini akan sangat membantu guru, karena didalamnya terdapat semua contoh mengenai pembuatan buku yang menunjang kenaikan pangkat, dan bisa dipesan langsung ke narasumber. 

Closing statement dari narasumber pertemuan ke-24 :
Kunci keberhasilan kenaikan pangkat tentunya harus mempelajari buku 4, 
Kemampuan menulis seorang guru berkorelasi dengan tinggi tidaknya kepangkatan seorang guru
Selalulah menulis, menulis dan menulis, maka Bapak Ibu menjadi seorang penulis
(Bpk. Dr. Imron Rosidi, M.Pd)

Sebuah pengalaman dan ilmu baru kembali saya dapatkan di pertemuan ke-24. Terima kasih Bpk narasumber dan Ibu moderator, semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Salam sukses dan salam literasi
Gusti Mberkahi

Bandung, 11 Juli 2022
ti2s_mratri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...