Langsung ke konten utama

Tantangan H3 : Cinta Pertamaku


Sosok seorang ayah merupakan cinta pertama bagi putrinya. Begitu juga aku, cinta pertamaku adalah Bapakku. Aku bersyukur punya Bapak yang selalu ada buat kami anak-anaknya, Bahkan ketika kami sudah punya buntut pun, Bapak selalu ada buat kami anak-anaknya. 

Bapakku contoh orang yang bersahaja, tak  pernah neko-neko dalam menjalani hidup. Suami yang setia pada pasangannya, dan memegang janji pernikahan yang kudus dihadapan Tuhan. Seorang pengikut Tuhan yang jujur, taat, rajin beribadah dan tentunya doa tak pernah lepas dari hati dan pikirannya. 

Bapakku memang bukan orang kaya raya, tapi beliau selalu berusaha mencukupi kebutuhan kami anak-anaknya, sehingga kami tidak pernah kekurangan. Waktu mudanya beliau gunakan untuk bekerja dan pelayanan.

Bapakku contoh orang yang tulus saat membantu orang lain, tak pernah beliau mengharapkan balasan. Semua beliau lakukan atas dasar semua untuk melayani Tuhan. Begitu juga saat membantu kami menjaga putra/putri kami ketika kami sedang bekerja. Tak pernah kudengar beliau berkata lelah atau pun bosan. Beliau sosok kakek yang sangat dicintai cucunya. Tak jarang cucu-cucunya berebutan untuk dipangku dan digendong oleh beliau. Sungguh sebuah pemandangan yang indah ketika semua cucu berkumpul.

Bapakku cinta pertamaku, kasih sayangnya selalu mengalir untukku dan tak lekang oleh waktu, bahkan hingga aku telah dewasa.

Maafkan anakmu Pak, yang belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya. Doaku semoga Bapak selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta sukacita menjalani masa tua di dalam Tuhan. Amin...

Bandung, 12 Juni 2022
ti2s_mratri

Komentar

  1. Kok sepemikiran kita ya
    Abah cinta pertamaku hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bunda kita sependapat yaa, terima kasih sudah berkunjung. Salam literasi

      Hapus
  2. Mantap... Sehat selalu kung. 🙏🙏🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...