Tema. : Konsep Buku Non Fiksi
Narasumber : Ibu Musiin, M.Pd
Moderator. : Ibu Lely Suryani
Pertemuan ke-14 kelas online pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 26 mengusung tema Konsep Buku Non-fiksi. Dengan narasumber Ibu Musiin, M.Pd dan moderator Ibu Lely Suryani.
Berikut intisari materi dan tanya jawab pertemuan ke-14 yang dapat saya simak.
1. Ketakutan yang biasa terjadi pada seorang penulis pemula, diantaranya:
- Takut tidak ada yang membaca
- Takut salah dalam menyampaikan melalui tulisan
- Merasa karya orang lain jauh lebih baik
2. Kegiatan menulis bukanlah hal yang mudah, berdasar pada berbagai penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menulis merupakan kegiatan yang paling sulit dilakukan. Menulis terkadang menjadi sebuah momok yang menakutkan karena harus menghasilkan dan mengeluarkan ide seseorang.
Sejatinya setiap orang memiliki pengetahuan, dan keterampilan dalam hidupnya. Kembali pada kemampuan orang tersebut mau diwujudkan dalam sebuah buku atau tidak.
Buku sebenarnya dapat dijadikan warisan bagi anak cucu bahkan murid kita agar menjadi pemantik bagi mereka sehingga menjadi generasi-generasi hebat bahkan lebih baik lagi dari kita.
3. Pola Penulis Buku Non-fiksi, diantaranya :
a. Pola Hierarkis, yaitu buku yang disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit, contohnya : buku pelajaran
b. Pola Prosedural, yaitu buku yang disusun berdasarkan urutan proses, contohnya : buku panduan
c. Pola Klaster, yaitu buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab dalam hal ini antar bab setara.
4. Langkah Penulisan Buku Non-fiksi diantaranya:
A. Pratulis, terdiri dari :
- Menentukan tema
- Menemukan ide
- Merencanakan jenis tulisan
- Mengumpulkan bahan tulisan
- Bertukar pikiran
- Menyusun daftar
- Meriset
- Membuat mind mapping
- Menyusun kerangka
Contoh tema buku non-fiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi, dll.
Untuk mendapatkan sebuah ide yang menarik sebagai bahan tulisan, dapat diperoleh dari berbagai sumber, diantaranya pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita dari media massa, status media sosial, imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan, membaca buku, survey, ataupun dari kegiatan wawancara.
Sedangkan referensi penulisan sebuah buku dapat bersumber dari (1) Pengetahuan yang diperoleh secara formal, non formal, atau informal, (2) Keterampilan yang diperoleh secara formal, non formal, atau informal, (3) Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini, (4) Penemuan yang telah didapatkan, dan (5) Pemikiran yang telah direnungkan
B. Menulis Draf, terdiri dari :
- Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
- Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
C. Merevisi Draf, terdiri dari :
- Merevisi sistematika atau struktur tulisan dan penyajian
- Memeriksa gambaran besar dari naskah
D. Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI) :
- Ejaan
- Tata bahasa
- Diksi
- Data dan Fakta
- Legilitas dan norma
E. Menerbitkan
5. Hambatan dalam menulis diantaranya hambatan waktu, hambatan kretifitas, hambatan teknis, hambatan tujuan, dan hambatan psikologis
6. Buku non fiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan kenyataan atau fakta.
Ciri-ciri buku non-fiksi diantaranya:
- Bahasa yang digunakan formal dan baku
- Isi berkaitan dengan fakta
- Tulisan bersifat ilmiah populer
- Isi diambil dari penelitian atau temuan yang sudah ada
Jenis buku non-fiksi, diantaranya:
- Buku catatan pelajaran
- Buku teks
- Buku pelajaran
- Buku motivasi
- Buku filsafat
- Buku sains populer
- Kamus
- Ensiklopedia
- Biografi
- Memoar
Terima kasih untuk ibu Narasumber dan moderator yang telah memberikan ilmu baru lagi bagi kami, semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi kita semua. Amin..
Salam sukses dan salam literasi
Gusti Mberkahi
Bandung, 17 Juni 2022
ti2s_mratri
Komentar
Posting Komentar