Langsung ke konten utama

Nasi kuning buatan Ibuku...


Nasi kuning tanda ungkapan syukur
Dibuat dengan hati yang tulus dan ikhlas
Disertai untaian doa baik untuk yang punya hajat

Tiga puluh enam
Angka yang jumlahnya tak lagi sedikit
Angka yang memberi warna dalam hidup
Ada banyak kisah yang dilalui
Suka dan duka dilewati
Jatuh dan bangun jadi saksi kehidupan yang dijalani
Harapan juga impian jadi penyemangat
Bahkan tak jarang kegagalan dan air mata jadi bumbu penyedap untuk terus melangkah ke depan

Hari ini usiaku bertambah satu tahun
Usia yang tak lagi muda
Jatah hidupku didunia berkurang lagi satu tahun

Sudahkah aku hidup seturut kehendak Tuhan?
Sudahkah aku bermanfaat bagi orang lain?
Dan sudahkah aku membahagiakan orang-orang di sekitarku?

Nasi kuning buatan ibuku hadir di ulang tahunku
Tanda cinta dari ayah ibuku
kembali mengingatkanku
Bersyukurnya aku masih punya orang tua

Mah... Pak... 
Maafkan aku sering membuat kalian kecewa
Maafkan aku selalu merepotkan kalian dengan segala urusanku
Maafkan anakmu yang belum bisa membahagiakan kalian

Kan ku ingat disepanjang jalan kehidupanku
Ada doa yang tulus dan ikhlas mengalir untukku
Tulus.. ikhlas... dan tak mengharapkan balasan

Terimakasih Mah, Pak
Untuk setiap kasih dan sayang yang diberikan
Terimakasih untuk setiap tetes keringat perjuangan kalian dalam merawat dan membesarkanku
Perjuangan kalian yang tak mungkin bisa aku balas seumur hidupku

Doaku...
Semoga diberikan kesehatan, umur panjang, serta sukacita menjalani masa tua didalam Tuhan

Gusti Mberkahi...

Bandung, 29 Mei 2022
ti2s_mratri


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretanku di Pelatihan Belajar Menulis PGRI Pertemuan Ke-2

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI PERTEMUAN KE-2 Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Setianingsih Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2 seperti yang sudah diagendakan sebelumnya dimulai pukul 19.00 WIB dengan sapaan hangat dari moderator cantik Ibu Widya Setianingsih arek Malang Jawa Timur, dilanjutkan dengan perkenalan dengan narasumber yang luar biasa hebatnya, yakni Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang sering di sapa bunda Kanjeng  yang merupakan idola dari banyak para penggiat literasi termasuk saya. suaranya yang begitu lembut dengan intonasi dan pemilihan kata yang menyejukkan hati seperti menarik saya untuk lebih dalam mengikuti setiap materi yang beliau sampaikan. Pembuka kelas malam ini diawali dengan Apa itu Passion ? Passion dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi renjana .  Berdasar pada pemaparan materi...

Tantangan H21 : Pembelajaran Diferensiasi

Istilah Pembelajaran Diferensiasi sebenarnya bukan hal yang baru dunia pendidikan, terlebih saat ini ketika digaungkannya kurikulum merdeka, maka istilah Pembelajaran Diferensiasi menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain;  1. lingkungan belajar mengundang murid untuk ...

Tantangan H18 : Miss Nai, pendamping belajar yang menginspirasi

Adanya pandemi covid-19 menuntut pembelajaran dilakukan secara daring dan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, peran orang tua sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pembelajaran siswa. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk bekerja? Tentunya diperlukan pendamping belajar yang mumpuni di bidangnya sebagai pengganti peran orang tua dalam mendampingi putra/putrinya belajar. Sebut saja namanya Miss Nai, saya mengenalnya tidak sengaja, namun ternyata saya punya chemistry tersendiri dengannya. Sosok pendamping belajar yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi atas pekerjaannya, dan tentunya beliau mengerjakan apa yang diamanahkan padanya dengan hati yang tulus, dan ikhlas. Saat itu kelas pelatihan belajar menulis PGRI memasuki pertemuan ke-7 bersama bunda Ditta dan bunda Lely. Karena bertepatan dengan peringatan hari Pancasila ibu Narsum memberikan sebuah tantangan tentang tentang pengalaman pengamalan Pancasila dalam kehidupan ...